Selasa, 04 Oktober 2016

Perbandingan Teks Sastra Novel Sleaping Ugly Karya Margarheta dengan Cerita Lisan Sleaping Beauty Oleh: Maulatus Sa’adah




Perbandingan Teks Sastra Novel Sleaping Ugly Karya Margarheta  dengan Cerita Lisan Sleaping Beauty
Oleh: Maulatus Sa’adah



A.    PENDAHULUAN
a.         Latar Belakang
Karya sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat, merupakan dunia subjektivi­tas yang diciptakan oleh pengarang yang di dalamnya terdapat  berbagai aspek kehidupan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek kehidupan tersebut berupa aspek sosiolologis, psikologis, filsafat, budaya, dan agama. Keberadaan karya sastra tidak dapat dilepaskan dari diri pengarang sebagai bagian dari anggota suatu masyarakat. Sehingga dalam penciptaannya, pengarang tidak dapat terlepas dari lingkungan sosial budaya yang melatarinya.

Membandingkan dua karya sastra atau lebih sedikitnya dua negara yang berbeda, dalam studi sastra, termasuk ke dalam wilayah sastra bandingan (comparative literature). Syaratnya antara lain adalah karya sastra yang akan diperbandingkan setidak-tidaknya mempunyai tiga perbedaan yang menyangkut perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. Dari perbedaan inilah paling sedikit akan tersimpul bahwa perbedaan latar belakang sosial budaya (lokasi, tradisi, dan pengaruh) yang melingkari diri masing-masing pengarang, akan tercermin pula dalam karyanya.


Kelahiran suatu karya sastra tidak dapat dipisahkan dari keberadaan karya-karya sastra yang mendahuluinya, yang pernah diserap oleh sastrawan. Pada mulanya, dalam menciptakan karyanya seorang sastrawan tersebut melihat, meresapi, dan menyerap teks-teks lain yang menarik perhatiannya baik secara sadar atau tidak. Berlatar dari pernyataan inilah sastra bandingan perlu dikaji adanya.
Sastra bandingan yaitu (1) penelitian sastra lisan terutama cerita rakyat dan penyebarannya; (2) penyelidikan mengenai hubungan antara dua atau lebih karya sastra, yang menjadi bahan dan objek penyelidikannya, diantaranya, soal reputasi dan penetrasi, pengaruh dan kemasyuran karya besar; (3) penelitian sastra dalam keseluruhan sastra dunia, sastra umum, dan sastra universal (Rene Wellek dan Austin Warren, 1995: 47 – 49).
Berdasarkan hal yang demikian, maka penulis membandingkan teks sastra novel “Sleeping Ugly” karya Margaretha dengan Cerita Lisan Sleeping Beauty” karya

                  ii. Rumusan Masalah
1)      Bagaimana sinopsis Novel “Sleeping Ugly” Karya Margaretha?
2)      Bagaimana cerita lisan “Sleeping Beauty” ?
3)      Analisis persamaan dan perbedaan novel Sleeping Ugly” Karya Margaretha dengan cerita lisan Sleeping Beauty”

                                                          iii.      Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:
1)      Mendeskripsikan sinopsis novel Sleeping Ugly” karya Margaretha
2)      Mendreskripsikan cerita lisan “Sleeping Beauty”
3)      Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antara novel “Sleeping Ugly” dengan cerita lisan “Sleeping Beauty”

1.          Objek Penelitian
Objek penelitian ini ialah cerita Novel “Sleeping Ugly” Karya Margaretha dengan cerita lisan Sleeping Beauty”

B.     PEMBAHASAN
1.      Sinopsis Novel Sleeping Ugly
        Seorang gadis bernama Aurora dan sahabatnya Wilda menjadi kakak asuh di sebuah panti asuhan. Suatu malam , anak-anak asuh Aurora tidak bisa tidur dan mereka merengek ingin dibacakan dongeng yang berjudul “ The Slepping Beauty “. Sebenarnya, Aurora tidak senang akan buku-buku dongeng seperti itu, dia lebih baik memilih buku matematika ( pelajaran kesukaanya). Tapi, semenjak ia membaca buku dongeng itu, ia malah ketagihan pada buku-buku dongeng, hingga sahabat dekatnya Wilda pun merasa aneh.
        Kebiasaan Aurora itu berlanjut dalam kehidupan sehari-harinya hingga ia menikah dan dikaruniai seorang putri yang cantik dan diberi nama Tiara Duress. Suatu hari, Wilda sahabatnya yang kini selalu berkelana ke luar negeri mengunjungi ruman Aurora . Di sela-sela perbincangan mereka yang hangat , tiba-tiba Wilda berkata
        “TIara Duress, TIDUR...Mungkin  kelak anakmu akan tertusuk sesuatu dan menjadi putri tidur ?”
        “ Apa ini sebuah kutukan ? karena aku tak mengundangmu di acara tujuh buulanan ? “ balas Aurora.
        Mereka menganggap ini hanya sebuah lelucon. Tiara sang putri yang cantik tumbuh menjadi putri yang cerdas dan sangat menggemari pelajaran matematika hingga guru TK nya pun tak usah susah payah mengajarinya . Kini usianya sudah 4 tahun. Di saat inilah , Aurora ibu Tiara kecelakaan dan meninggal dunia. Tiara sangat terpukul dan ia berlari ke halaman belakang dan ia tertusuk duri bunga mawar. Dan Plukkk !!! ia tertidur .
        Dari sinilah , Tiara menjadi putri yang suka tidur . Menghabiskan waktunya untuk tidur. Ia pun melanjutkan sekolahnya secara Homeschooling. Tapi, ketika ia ingin masuk SMA ia ingin belajar formal di sebuah sekolah bernama “Chateau de la Ange” . Di sana ia berteman dengan ketua kelas yang sangat pengertian  bernama Rebelle. Rebelle selalu berusaha untuk membangunkan Tiara  saat ia tertidur sampai menemukan obat untuk penyakit tidur Tiara. Tapi, hasilnya selalu nihil.  Suatu hari, Tiara lagi-lagi teridur seperti zombie dan tak sengaja Klip .. seorang lelaki menjatuhkan ciuman tepat di bibirnya, seketika  itulah tiara langsung terbangun. Lelaki itu bernama Lie dan ternyata ia adalah kekasih Rebelle. Setelah melakukan beberapa eksperimen untuk pengobatan Tiara hanya Lie lah yang bisa membangunkan Tiara. Tapi, itu semua menjadi rahasia mereka. Namun, gara-gara seorang Juli rahasia mereka terbongkar dan diketahui oleh Rebelle.
        Mereka kini bermusuhan. Ada 1 persyaratan yang diajukan Rebelle agar mereka berbaikan  yaitu mengikuti seleksi anggota Tim Olimpiade Matematika jika , Lie dan Tiara menang mereka diizinkan untuk berpacaran dan rebelle tak kan marah lagi. Tiara pun menyetujuinya . Mereka kini saling berkompetisi dan tak disangka mereka masuk seleksi. Dia bisa menuju tempat pertandingan , teryata terjadi sebuah kecelakaan. Dan seperti biasa Tiara terlelap tidur di dalam kondisi yang genting seeperti ini. Rebelle meminta Lie untuk mencium Tiara karena ia tahu bahwa hanya ciuman Lie yang mampu membangunkan Tiara, Klip.. satu ciuman menyentuh bibir Tiara dan seketika itu pula Tiara terbangun. Mereka segera lari kelur bis. Karena teman mereka Juli masih di dalam bis Tiara mencoba untuk menyelamatkannya.
        Kini Rebelle benar-benar mengerti dan memaafkan mereka. Lie pun telah menjadi kekasih Rebelle kembali dan Tiara menjadi sahabatnya kembali. Di tempat pertandingan ibu Lie datang dan bertemu dengan Tiara . Dan ternyata ibu Lie adalah Winda sahabat Aurora ibu Tiara.  Lie  menceritakan semua tentang Tiara dan ibunya terkejut kutukan mainannya ternyata menjadi kenyataan. Ibu Lie pun segera mencabut kutukannya. Di saat pertandingan pun ada sesosok wajah ibu cantik dan dibayangi cahaya, yaaa itu adalah Ibunda Tiara yang melihat anaknya di saat pertandingann. Tiara pun senang akan kebahagian yang ia dapatkan beberapa hari terakhir ini.

2.      Cerita Lisan Sleeping Beauty
        Di jaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja dan Ratu yang tidak memiliki anak, masalah ini membuat Raja dan Ratu sangatlah sedih. Tetapi disuatu hari, ketika sang Ratu berjalan di tepi sungai, seekor ikan kecil mengangkat kepalanya keluar dari air dan berkata, “Apa yang kamu inginkan akan terpenuhi, dan kamu akan segera mempunyai seorang putri.”
        Apa yang ikan kecil ramalkan segera menjadi kenyataan, dan sang Ratu melahirkan seorang gadis kecil yang sangat cantik sehingga sang Raja tidak dapat menahan kegembiraanya dan mengadakan perjamuan besar besaran. Dia lalu mengundang semua sanak keluarga, teman dan seluruh penduduk dikerajaanya. Semua peri yang ada dikerajaanya juga turut diundang agar mereka dapat ikut menjaga dan memberikan berkah kepada putri kecilnya. Di kerajaanya terdapat tiga belas orang peri dan sang Raja hanya memiliki dua belas piring emas, sehingga Raja tersebut memutuskan untuk mengundang peri yang ketiga belas. Semua tamu dan peri telah hadir dan setelah perjamuan mereka memberikan hadiah-hadiah terbaiknya untuk putri kecil itu, satu orang peri memberikan kebaikan, peri yang lainya memberikan kecantikan, yang lainya lagi memberikan kekayaan, dan begitu pula dengan peri-peri yang lainya sehingga putri kecil itu hampir mendapatkan semua hal-hal yang terbaik yang ada didunia. Ketika peri yang kesebelas selesai memberikan berkahnya, peri ketiga belas yang tidak mendapat undangan itu sangat marah, datang dan membalas dendam. Dia berkata “Putri Raja dalam usianya yang kelima belas akan tertusuk oleh jarum jahit dan meninggal.” Kemudian peri yang kedua belas yang belum memberikan berkahnya kepada sang Putri, maju kedepan dan berkata bahwa kutukan yang dikatakan oleh peri kelima belas tersebut akan terjadi, tetapi dia dapat memperlunak kutukan itu, dan berkata bahwa sang Putri tidak akan meninggal, tetapi hanya jatuh tertidur selam seratus tahun.
        Raja berharap agar dia dapat menyelamatkan putri kesayanganya dari ancaman kutukan itu dan memerintahkan semua jarum jahit di istananya harus dibawa keluar dan dimusnahkan. Sementara itu, semua berkah yang diberikan oleh peri-peri tadi terwujud, sang Putri menjadi sangat cantik, baik budi, ramah-tamah dan bijaksana, sehingga semua orang mencintainya. Tepat pada usianya yang kelima belas, Raja dan Ratu kebetulan meningglkan istana, dan sang Putri ditingglkan sendiri di istana. Sang Putri menjelajah di istana sendirian dan melihat kamar-kamar yang ada di istana itu, hingga akhirnya dia masuk ke satu menara tua dimana terletak satu tangga sempit menuju ke atas yang berakhir dengan satu pintu kecil. Pada pintu tersebut tergantung sebuah kunci emas, dan ketika dia membuka pintu tersebut, dilihatnya seorang wanita tua sedang menjahit dengan jarum jahit dan kelihatan sangat sibuk.
“Hai ibu yang baik,” kata sang Putri, “Apa yang kamu lakukan disini?”
“Menjahit dan menyulam,” kata wanita tua itu, kemudian menganggukkan kepalanya.
“Betapa cantiknya hasil sulamanmu?” kata sang Putri, dan mengambil jarum jahit dan mulai ikut menyulam. Tetapi secara tidak sengaja dia tertusuk oleh jarum tersebut dan apa yang diramalkan sewaktu dia masih kecil, terjadi, sang Putri jatuh ke tanah seolah-olah tidak bernyawa lagi.
        Seperti yang di ramalkan bahwa walaupun sang Putri akan tertusuk oleh jarum jahit, sang Putri tidak akan meninggal, melainkan hanya akan tertidur pulas, Raja dan Ratu yang baru saja pulang ke istana, beserta semua mentri juga jatuh tertidur, kuda di kandang, anjing di halaman, burung merpati di atas atap, dan lalat yang ada di dinding, semuanya jatuh tertidur. Bahkan api yang menyalapun mejadi terhenti, daging yang di panggang menjadi kaku, tukang masak, yang saat itu sedang menarik rambut seorang anak kecil yang melakukan hal-hal yang kurang baik, juga tertidur, semuanya tertidur pulas dan diam.
        Dengan cepat taman-taman liar berduri di sekitar istana tumbuh dan memagari istana, dan setiap tahun bertambah tebal, dan akhirnya semua tempat dikelilingi oleh tamanan tersebut dan menjadi tidak kelihatan lagi. Bahkan atab dan cerobong asap juga sudah tidak dapat dilihat, karena telah tertutup oleh tamanan tersebut. Tetapi kabar tentang putri cantik yanag tertidur menyebar keseluruh daratan. Sehingga banyak anak-anak Raja dan Pangeran mencoba untuk datang. dan berusaha untuk masuk ke istana itu. Tetapi mereka tidak pernah dapat berhasil karena duri dan tanaman yang terdampar menjalin dan menjerat mereka seolah-olah mereka dipegang oleh tangan, dan akhirnya mereka tidak dapat maju lagi.
        Setelah bertahun-tahun berlalu, orang-orang yang telah tua menceritakan cerita tentang seorang Putri Raja yang sangat cantik, betapa tebalnya duri yang memagari istana Putri tersebut, dan betapa indahnya istana yang terselebung dalam duri itu. Dia juga menceritakan apa yang diceritakan dari kakeknya dahulu, bahwa banyak Pangeran telah mencoba untuk menembus semak belukar tesebut, tetapi semuanya tidak pernah ada ynag berhasil.
        Kemudian seorang yang mendengar ceritanya berkata, “Semua cerita ini tidak akan menakutkan saya, saya akan pergi dan melihat Putri tidur tersebut”. Walaupun orang tua yang bercerita tadi telah mencegah Pangeran itu untuk pergi, Pangeran tersebut tetap memaksa untuk pergi. Saat ini, seratus tahun telah berlalu, dan ketika pangeran tersebut datang kesemak belukar yang memagari istana, yang dilihatnya hanya tanaman-tanaman yang indah yang dapat dilaluinya dengan mudah. Tanaman tersebut menutup kembali dengan rapat ketika Pangeran tersebut telah melaluinya. Ketika Pangean tersebut sampai di istana, dilihatnya anjing yang ada di halaman sedang tertidur, begitu juga kuda yang ada di kandang istana, dan di atap dilihatnya burung merpati yang juga tertidur dengan kepala di bawah sayapnya, dan keika dia masuk ke istana, dia melihat lalat tertidur di dinding istana, dan tukang masak yang masih memegang rambut anak yang kelihatan meringis dalam tidur. Seolah olah tukang masak itu ingin memukuli anak tersebut.
        Ketika ia masuk lebih kedalam, semuanya terasa begitu sunyi sehinnga ia bisa mendengar suara napasnya sendiri, hingga ia tiba di menara tua dan membuka pintu di mana Putri tidur itu berada. Putri tidur terliaht begitu cantik sehingga sang Pangeran tidak bisa melepaskan pandangannya dari Putri. Sang Pangeran lalu berlutut dan mencium sang Putri. saat itulah sang Putri membuka matanya dan terbangun, tersenyum kepada sang Pangeran karena kutukan sang peri ke tiga belas telah patah.     
        Mereka berdua lalu keluar dari menara tersebut dan saat itu Raja dan Ratu juga telah terbangun termasuk semua mentri yang saling memandang dengan takjub. kuda-kuda terbagun dan meringkik, anjing-anjing juga melompat dan menggongong, burung-burung merpati di atap mengeluarkan kepalanya dari bawah sayapnya, melihat sekeliling lalu terbang ke langit, lalat yang di dinding lalu bertebangan kembali, api di dapur kembali menyala, tukang masak yang tadinya memegang rambut seorang anak laki-laki dan ingin menghukumnya dan melanjutkan hukumannya, dan memutar telinga anak tersebut sampai menangis.
        Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta pernikahan untuk sang Putri dan Pangeran yang berakhir disepanjang hidup mereka.

3.      Analisis Persamaan dan perbedaan Novel Sleeping Ugly karya Margaretha dengan sastra Lisan Sleeping Beauty
·         Persamaan dari segi tema

Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
Tiara sangat terpukul ketika ibunya meninggal karena kecelakaan. Untuk itulah Tiara berlari keluar rumah tanpa sengaja dia tertusuk duri mawar dan akhirnya tertidur.

Putri Belle mencoba menyentuh sebuah mesin jahit dan tanpa sengaja dia tertusuk sebuah jarum dan dia pun tertidur selamanya
Analisis: dari kutipan teks diatas menunjukkan adanya persamaan, dari novel sleeping ugly dengan sastra lisan sleeping beauty, yakni dari struktur segi tema yakni, menceritakan tentang seorang putri yang tertidur. Teks sastra Novel Sleeping Ugly mempunyai tokoh yang bernama Tiara dan menceritakan tentang kehidupan yang dialaminya semenjak memiliki penyakit Tidur. Begitu pula dengan teks lisan Sleeping beauty yang menceritakan tentang kehidupan Sang Putri dalam lingkup istana.

·         Persamaan dari segi Alur (maju)
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
 Suatu hari, Tiara lagi-lagi teridur seperti zombie dan tak sengaja Klip .. seorang lelaki menjatuhkan ciuman tepat di bibirnya, seketika  itulah tiara langsung terbangun.
Putri tidur begitu cantik sehingga sang pangeran tidak dapat melepaskan pandangannya dari Sang Putri. Sang pangeran lalu berlutut dan mencium Sang Putri. Saat itulah Sang Putri membuka matanya dan terbangun
Analisis: kutipan teks sastra diatsa menunjukkan adanya persamaan antara novel sleeping ugly dengan sastra lisan sleeping beauty, yakni terletak pada alurnya yang sama-sama menggunakan alur maju.


·         Perbedaan dari penyebab tidurnya
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
 Penyakit tidur Tiara disebabkan oleh penyakit  Narkosilepsi yakni sebuah penyakit tidur yang memungkinkan penderitanya tertidur dengan cara-cara yang aneh.
Sang putri tertidur selama seratus tahun. Pada saat itu semua orang yang ada di istana pun ikut tertidur.
Analisis: dari kutipan  teks sastra diatas mempunyai perbedaan antara novel sleeping ugly dengan sastra lisan sleeping beauty dari segi penyebab tidurnya pada tokoh tiara dalam novel sleeping ugly menderita penyakit Narkosilepsi yakni, sebuah penyakit tidur yang memungkinkan penderitanya tidur pada sembarang tempat dan tidur dengan cara-cara yang aneh.


·         Perbedaan dari Latar

Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
Saat-saat tahun ajaran baru, Tiara memutuskan untuk masuk di  SMA  “Chateau de la Ange”
Pada sebuah kerajaan hiduplah seorang raja dan ratu yang sangat bahagia. Mereka dikaruniai seorang putri yang cantik.
Analisis: dari kutipan teks diatas menunjukkan adanya  peredaan yakni  terletak pada novel sleeping ugly dengan sastra lisan sleeping beauty yakni terletak pada latar (tempat) yakni pada novel sleeping ugly berlatar  kehidupan di dunia SMA sedangkan pada teks lisan Sleaping Beauty berlatar kehidupan di istana beserta juga unsure-unsur yang ada di dalamnya seperti pangeran, ratu, raja dan lain-lain.


C.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
                 Dari kedua teks sastra diatas cerita Novel Sleeping Ugly karya Margaretha dengan sastra lisan Sleeping Beauty di atas memiliki unsur tema yang hampir sama yaitu tentang menceritakan tentang seorang putri yang tertidur. Teks sastra Novel Sleeping Ugly mempunyai tokoh yang bernama Tiara dan menceritakan tentang kehidupan yang dialaminya semenjak memiliki penyakit Tidur Begitu pula dengan teks lisan Sleeping beauty yang menceritakan tentang kehidupan Sang Putri dalam lingkup istana. Serta terletak pada alurnya (tempat) yaitu yakni terletak pada alurnya yang sama-sama menggunakan alur maju.

2.      Saran
Perbandingan antara Novel Layla-Majnun karya Syaikh Nizami dan Novel Siti nurbaya karya marah rusli sangat menarik untuk diteliti lagi lebih lanjut. Untuk dijadikan pelajaran untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang yang sangat tidak baik untuk ditiru oleh pembaca, yakni adegan berciuman antara cowok dan cewek, selain iu sifat suka tidur itu juga tidak baik. Namun masih banyak hal lain yang patut dicontoh yaitu persahabatan yang erat, dan kasih saying antar sesame dan masih banyak lainya.

DAFTAR PUSTAKA

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusastraan (terjemahan oleh Budianta). Jakarta: Gramedia.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Rhifaery's Room Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang