Perbandingan Teks Sastra Novel Sleaping Ugly Karya Margarheta dengan Cerita Lisan Sleaping Beauty
Oleh: Maulatus Sa’adah
A. PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Karya sastra sebagai cerminan kehidupan
masyarakat, merupakan dunia subjektivitas yang diciptakan oleh pengarang yang
di dalamnya terdapat berbagai aspek
kehidupan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek kehidupan
tersebut berupa aspek sosiolologis, psikologis, filsafat, budaya, dan agama.
Keberadaan karya sastra tidak dapat dilepaskan dari diri pengarang sebagai
bagian dari anggota suatu masyarakat. Sehingga dalam penciptaannya, pengarang
tidak dapat terlepas dari lingkungan sosial budaya yang melatarinya.
Membandingkan dua karya sastra atau lebih sedikitnya dua negara yang berbeda, dalam studi sastra, termasuk ke dalam wilayah sastra bandingan (comparative literature). Syaratnya antara lain adalah karya sastra yang akan diperbandingkan setidak-tidaknya mempunyai tiga perbedaan yang menyangkut perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. Dari perbedaan inilah paling sedikit akan tersimpul bahwa perbedaan latar belakang sosial budaya (lokasi, tradisi, dan pengaruh) yang melingkari diri masing-masing pengarang, akan tercermin pula dalam karyanya.
Kelahiran suatu karya sastra tidak
dapat dipisahkan dari keberadaan karya-karya sastra yang mendahuluinya, yang
pernah diserap oleh sastrawan. Pada mulanya, dalam menciptakan karyanya seorang
sastrawan tersebut melihat, meresapi, dan menyerap teks-teks lain yang menarik
perhatiannya baik secara sadar atau tidak. Berlatar dari pernyataan inilah
sastra bandingan perlu dikaji adanya.
Sastra bandingan yaitu (1)
penelitian sastra lisan terutama cerita rakyat dan penyebarannya; (2)
penyelidikan mengenai hubungan antara dua atau lebih karya sastra, yang menjadi
bahan dan objek penyelidikannya, diantaranya, soal reputasi dan penetrasi, pengaruh
dan kemasyuran karya besar; (3) penelitian sastra dalam keseluruhan sastra
dunia, sastra umum, dan sastra universal (Rene Wellek dan Austin Warren, 1995:
47 – 49).
Berdasarkan
hal yang demikian, maka penulis membandingkan teks sastra novel “Sleeping Ugly”
karya Margaretha dengan Cerita Lisan Sleeping Beauty” karya
ii. Rumusan Masalah
1) Bagaimana sinopsis Novel “Sleeping Ugly” Karya Margaretha?
2) Bagaimana cerita lisan “Sleeping Beauty” ?
3) Analisis persamaan dan perbedaan novel “Sleeping Ugly” Karya Margaretha dengan
cerita lisan “Sleeping
Beauty”
iii.
Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan
masalah di atas, maka tujuan pembahasan dalam tulisan ini adalah sebagai
berikut:
1) Mendeskripsikan sinopsis novel “Sleeping Ugly” karya Margaretha
2) Mendreskripsikan cerita lisan “Sleeping Beauty”
3) Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
antara novel “Sleeping Ugly” dengan
cerita lisan “Sleeping Beauty”
1.
Objek Penelitian
Objek penelitian ini ialah cerita
Novel “Sleeping Ugly” Karya Margaretha dengan
cerita lisan “Sleeping
Beauty”
B.
PEMBAHASAN
1. Sinopsis
Novel Sleeping Ugly
Seorang
gadis bernama Aurora dan sahabatnya Wilda menjadi kakak asuh di sebuah panti
asuhan. Suatu malam , anak-anak asuh Aurora tidak bisa tidur dan mereka
merengek ingin dibacakan dongeng yang berjudul “ The Slepping Beauty “.
Sebenarnya, Aurora tidak senang akan buku-buku dongeng seperti itu, dia lebih
baik memilih buku matematika ( pelajaran kesukaanya). Tapi, semenjak ia membaca
buku dongeng itu, ia malah ketagihan pada buku-buku dongeng, hingga sahabat
dekatnya Wilda pun merasa aneh.
Kebiasaan
Aurora itu berlanjut dalam kehidupan sehari-harinya hingga ia menikah dan
dikaruniai seorang putri yang cantik dan diberi nama Tiara Duress. Suatu hari,
Wilda sahabatnya yang kini selalu berkelana ke luar negeri mengunjungi ruman
Aurora . Di sela-sela perbincangan mereka yang hangat , tiba-tiba Wilda berkata
“TIara
Duress, TIDUR...Mungkin kelak anakmu akan tertusuk sesuatu dan menjadi
putri tidur ?”
“
Apa ini sebuah kutukan ? karena aku tak mengundangmu di acara tujuh buulanan ?
“ balas Aurora.
Mereka
menganggap ini hanya sebuah lelucon. Tiara sang putri yang cantik tumbuh
menjadi putri yang cerdas dan sangat menggemari pelajaran matematika hingga
guru TK nya pun tak usah susah payah mengajarinya . Kini usianya sudah 4 tahun.
Di saat inilah , Aurora ibu Tiara kecelakaan dan meninggal dunia. Tiara sangat
terpukul dan ia berlari ke halaman belakang dan ia tertusuk duri bunga mawar.
Dan Plukkk !!! ia tertidur .
Dari
sinilah , Tiara menjadi putri yang suka tidur . Menghabiskan waktunya untuk
tidur. Ia pun melanjutkan sekolahnya secara Homeschooling. Tapi, ketika ia
ingin masuk SMA ia ingin belajar formal di sebuah sekolah bernama “Chateau de
la Ange” . Di sana ia berteman dengan ketua kelas yang sangat pengertian
bernama Rebelle. Rebelle selalu berusaha untuk membangunkan Tiara saat ia
tertidur sampai menemukan obat untuk penyakit tidur Tiara. Tapi, hasilnya
selalu nihil. Suatu hari, Tiara lagi-lagi teridur seperti zombie dan tak sengaja
Klip .. seorang lelaki menjatuhkan ciuman tepat di bibirnya, seketika
itulah tiara langsung terbangun. Lelaki itu bernama Lie dan ternyata ia adalah
kekasih Rebelle. Setelah melakukan beberapa eksperimen untuk pengobatan Tiara
hanya Lie lah yang bisa membangunkan Tiara. Tapi, itu semua menjadi rahasia
mereka. Namun, gara-gara seorang Juli rahasia mereka terbongkar dan diketahui
oleh Rebelle.
Mereka
kini bermusuhan. Ada 1 persyaratan yang diajukan Rebelle agar mereka
berbaikan yaitu mengikuti seleksi anggota Tim Olimpiade Matematika jika ,
Lie dan Tiara menang mereka diizinkan untuk berpacaran dan rebelle tak kan
marah lagi. Tiara pun menyetujuinya . Mereka kini saling berkompetisi dan tak
disangka mereka masuk seleksi. Dia bisa menuju tempat pertandingan , teryata
terjadi sebuah kecelakaan. Dan seperti biasa Tiara terlelap tidur di dalam
kondisi yang genting seeperti ini. Rebelle meminta Lie untuk mencium Tiara
karena ia tahu bahwa hanya ciuman Lie yang mampu membangunkan Tiara, Klip..
satu ciuman menyentuh bibir Tiara dan seketika itu pula Tiara terbangun. Mereka
segera lari kelur bis. Karena teman mereka Juli masih di dalam bis Tiara
mencoba untuk menyelamatkannya.
Kini
Rebelle benar-benar mengerti dan memaafkan mereka. Lie pun telah menjadi kekasih
Rebelle kembali dan Tiara menjadi sahabatnya kembali. Di tempat pertandingan
ibu Lie datang dan bertemu dengan Tiara . Dan ternyata ibu Lie adalah Winda
sahabat Aurora ibu Tiara. Lie menceritakan semua tentang Tiara dan
ibunya terkejut kutukan mainannya ternyata menjadi kenyataan. Ibu Lie pun
segera mencabut kutukannya. Di saat pertandingan pun ada sesosok wajah ibu
cantik dan dibayangi cahaya, yaaa itu adalah Ibunda Tiara yang melihat anaknya
di saat pertandingann. Tiara pun senang akan kebahagian yang ia dapatkan
beberapa hari terakhir ini.
2. Cerita Lisan
Sleeping Beauty
Di jaman dahulu kala, hiduplah seorang
Raja dan Ratu yang tidak memiliki anak, masalah ini membuat Raja dan Ratu
sangatlah sedih. Tetapi disuatu hari, ketika sang Ratu berjalan di tepi sungai,
seekor ikan kecil mengangkat kepalanya keluar dari air dan berkata, “Apa yang
kamu inginkan akan terpenuhi, dan kamu akan segera mempunyai seorang putri.”
Apa
yang ikan kecil ramalkan segera menjadi kenyataan, dan sang Ratu melahirkan
seorang gadis kecil yang sangat cantik sehingga sang Raja tidak dapat menahan
kegembiraanya dan mengadakan perjamuan besar besaran. Dia lalu mengundang semua
sanak keluarga, teman dan seluruh penduduk dikerajaanya. Semua peri yang ada
dikerajaanya juga turut diundang agar mereka dapat ikut menjaga dan memberikan
berkah kepada putri kecilnya. Di kerajaanya terdapat tiga belas orang peri dan
sang Raja hanya memiliki dua belas piring emas, sehingga Raja tersebut
memutuskan untuk mengundang peri yang ketiga belas. Semua tamu dan peri telah
hadir dan setelah perjamuan mereka memberikan hadiah-hadiah terbaiknya untuk
putri kecil itu, satu orang peri memberikan kebaikan, peri yang lainya
memberikan kecantikan, yang lainya lagi memberikan kekayaan, dan begitu pula
dengan peri-peri yang lainya sehingga putri kecil itu hampir mendapatkan semua
hal-hal yang terbaik yang ada didunia. Ketika peri yang kesebelas selesai
memberikan berkahnya, peri ketiga belas yang tidak mendapat undangan itu sangat
marah, datang dan membalas dendam. Dia berkata “Putri Raja dalam usianya yang
kelima belas akan tertusuk oleh jarum jahit dan meninggal.” Kemudian peri yang
kedua belas yang belum memberikan berkahnya kepada sang Putri, maju kedepan dan
berkata bahwa kutukan yang dikatakan oleh peri kelima belas tersebut akan
terjadi, tetapi dia dapat memperlunak kutukan itu, dan berkata bahwa sang Putri
tidak akan meninggal, tetapi hanya jatuh tertidur selam seratus tahun.
Raja berharap agar dia dapat
menyelamatkan putri kesayanganya dari ancaman kutukan itu dan memerintahkan
semua jarum jahit di istananya harus dibawa keluar dan dimusnahkan. Sementara
itu, semua berkah yang diberikan oleh peri-peri tadi terwujud, sang Putri
menjadi sangat cantik, baik budi, ramah-tamah dan bijaksana, sehingga semua orang
mencintainya. Tepat pada usianya yang kelima belas, Raja dan Ratu kebetulan
meningglkan istana, dan sang Putri ditingglkan sendiri di istana. Sang Putri
menjelajah di istana sendirian dan melihat kamar-kamar yang ada di istana itu,
hingga akhirnya dia masuk ke satu menara tua dimana terletak satu tangga sempit
menuju ke atas yang berakhir dengan satu pintu kecil. Pada pintu tersebut
tergantung sebuah kunci emas, dan ketika dia membuka pintu tersebut, dilihatnya
seorang wanita tua sedang menjahit dengan jarum jahit dan kelihatan sangat
sibuk.
“Hai ibu
yang baik,” kata sang Putri, “Apa yang kamu lakukan disini?”
“Menjahit
dan menyulam,” kata wanita tua itu, kemudian menganggukkan kepalanya.
“Betapa
cantiknya hasil sulamanmu?” kata sang Putri, dan mengambil jarum jahit dan
mulai ikut menyulam. Tetapi secara tidak sengaja dia tertusuk oleh jarum
tersebut dan apa yang diramalkan sewaktu dia masih kecil, terjadi, sang Putri
jatuh ke tanah seolah-olah tidak bernyawa lagi.
Seperti yang di ramalkan bahwa walaupun
sang Putri akan tertusuk oleh jarum jahit, sang Putri tidak akan meninggal,
melainkan hanya akan tertidur pulas, Raja dan Ratu yang baru saja pulang ke
istana, beserta semua mentri juga jatuh tertidur, kuda di kandang, anjing di
halaman, burung merpati di atas atap, dan lalat yang ada di dinding, semuanya
jatuh tertidur. Bahkan api yang menyalapun mejadi terhenti, daging yang di
panggang menjadi kaku, tukang masak, yang saat itu sedang menarik rambut
seorang anak kecil yang melakukan hal-hal yang kurang baik, juga tertidur,
semuanya tertidur pulas dan diam.
Dengan cepat taman-taman liar berduri di
sekitar istana tumbuh dan memagari istana, dan setiap tahun bertambah tebal,
dan akhirnya semua tempat dikelilingi oleh tamanan tersebut dan menjadi tidak
kelihatan lagi. Bahkan atab dan cerobong asap juga sudah tidak dapat dilihat,
karena telah tertutup oleh tamanan tersebut. Tetapi kabar tentang putri cantik
yanag tertidur menyebar keseluruh daratan. Sehingga banyak anak-anak Raja dan
Pangeran mencoba untuk datang. dan berusaha untuk masuk ke istana itu. Tetapi
mereka tidak pernah dapat berhasil karena duri dan tanaman yang terdampar
menjalin dan menjerat mereka seolah-olah mereka dipegang oleh tangan, dan
akhirnya mereka tidak dapat maju lagi.
Setelah bertahun-tahun berlalu,
orang-orang yang telah tua menceritakan cerita tentang seorang Putri Raja yang
sangat cantik, betapa tebalnya duri yang memagari istana Putri tersebut, dan
betapa indahnya istana yang terselebung dalam duri itu. Dia juga menceritakan
apa yang diceritakan dari kakeknya dahulu, bahwa banyak Pangeran telah mencoba
untuk menembus semak belukar tesebut, tetapi semuanya tidak pernah ada ynag
berhasil.
Kemudian seorang yang mendengar
ceritanya berkata, “Semua cerita ini tidak akan menakutkan saya, saya akan
pergi dan melihat Putri tidur tersebut”. Walaupun orang tua yang bercerita tadi
telah mencegah Pangeran itu untuk pergi, Pangeran tersebut tetap memaksa untuk
pergi. Saat ini, seratus tahun telah berlalu, dan ketika pangeran tersebut
datang kesemak belukar yang memagari istana, yang dilihatnya hanya
tanaman-tanaman yang indah yang dapat dilaluinya dengan mudah. Tanaman tersebut
menutup kembali dengan rapat ketika Pangeran tersebut telah melaluinya. Ketika
Pangean tersebut sampai di istana, dilihatnya anjing yang ada di halaman sedang
tertidur, begitu juga kuda yang ada di kandang istana, dan di atap dilihatnya
burung merpati yang juga tertidur dengan kepala di bawah sayapnya, dan keika
dia masuk ke istana, dia melihat lalat tertidur di dinding istana, dan tukang
masak yang masih memegang rambut anak yang kelihatan meringis dalam tidur.
Seolah olah tukang masak itu ingin memukuli anak tersebut.
Ketika ia masuk lebih kedalam, semuanya
terasa begitu sunyi sehinnga ia bisa mendengar suara napasnya sendiri, hingga
ia tiba di menara tua dan membuka pintu di mana Putri tidur itu berada. Putri
tidur terliaht begitu cantik sehingga sang Pangeran tidak bisa melepaskan
pandangannya dari Putri. Sang Pangeran lalu berlutut dan mencium sang Putri.
saat itulah sang Putri membuka matanya dan terbangun, tersenyum kepada sang
Pangeran karena kutukan sang peri ke tiga belas telah patah.
Mereka
berdua lalu keluar dari menara tersebut dan saat itu Raja dan Ratu juga telah
terbangun termasuk semua mentri yang saling memandang dengan takjub. kuda-kuda
terbagun dan meringkik, anjing-anjing juga melompat dan menggongong,
burung-burung merpati di atap mengeluarkan kepalanya dari bawah sayapnya,
melihat sekeliling lalu terbang ke langit, lalat yang di dinding lalu
bertebangan kembali, api di dapur kembali menyala, tukang masak yang tadinya
memegang rambut seorang anak laki-laki dan ingin menghukumnya dan melanjutkan hukumannya,
dan memutar telinga anak tersebut sampai menangis.
Akhirnya Raja dan Ratu mengadakan pesta
pernikahan untuk sang Putri dan Pangeran yang berakhir disepanjang hidup
mereka.
3. Analisis
Persamaan dan perbedaan Novel Sleeping Ugly karya Margaretha dengan sastra
Lisan Sleeping Beauty
·
Persamaan dari segi tema
|
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
|
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
|
|
Tiara sangat terpukul ketika
ibunya meninggal karena kecelakaan. Untuk itulah Tiara berlari keluar rumah
tanpa sengaja dia tertusuk duri mawar dan akhirnya tertidur.
|
Putri Belle mencoba menyentuh
sebuah mesin jahit dan tanpa sengaja dia tertusuk sebuah jarum dan dia pun
tertidur selamanya
|
|
Analisis: dari kutipan teks diatas
menunjukkan adanya persamaan, dari novel sleeping ugly dengan sastra lisan
sleeping beauty, yakni dari struktur segi tema yakni, menceritakan tentang
seorang putri yang tertidur. Teks sastra Novel Sleeping Ugly mempunyai tokoh
yang bernama Tiara dan menceritakan tentang kehidupan yang dialaminya
semenjak memiliki penyakit Tidur. Begitu pula dengan teks lisan Sleeping
beauty yang menceritakan tentang kehidupan Sang Putri dalam lingkup istana.
|
|
·
Persamaan dari segi Alur (maju)
|
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
|
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
|
|
Suatu
hari, Tiara lagi-lagi teridur seperti zombie dan tak sengaja Klip .. seorang
lelaki menjatuhkan ciuman tepat di bibirnya, seketika itulah tiara
langsung terbangun.
|
Putri tidur begitu cantik sehingga
sang pangeran tidak dapat melepaskan pandangannya dari Sang Putri. Sang
pangeran lalu berlutut dan mencium Sang Putri. Saat itulah Sang Putri membuka
matanya dan terbangun
|
|
Analisis: kutipan teks sastra
diatsa menunjukkan adanya persamaan antara novel sleeping ugly dengan sastra
lisan sleeping beauty, yakni terletak pada alurnya yang sama-sama menggunakan
alur maju.
|
|
·
Perbedaan dari penyebab tidurnya
|
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
|
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
|
|
Penyakit
tidur Tiara disebabkan oleh penyakit
Narkosilepsi yakni sebuah penyakit tidur yang memungkinkan
penderitanya tertidur dengan cara-cara yang aneh.
|
Sang putri tertidur selama seratus
tahun. Pada saat itu semua orang yang ada di istana pun ikut tertidur.
|
|
Analisis: dari kutipan teks sastra diatas mempunyai perbedaan
antara novel sleeping ugly dengan sastra lisan sleeping beauty dari segi
penyebab tidurnya pada tokoh tiara dalam novel sleeping ugly menderita
penyakit Narkosilepsi yakni, sebuah penyakit tidur yang memungkinkan
penderitanya tidur pada sembarang tempat dan tidur dengan cara-cara yang
aneh.
|
|
·
Perbedaan dari Latar
|
Teks Sastra Novel Sleeping Ugly
|
Teks Sastra Lisan Sleeping Beauty
|
|
Saat-saat
tahun ajaran baru, Tiara memutuskan untuk masuk di SMA
“Chateau de la Ange”
|
Pada sebuah kerajaan hiduplah
seorang raja dan ratu yang sangat bahagia. Mereka dikaruniai seorang putri
yang cantik.
|
|
Analisis: dari kutipan teks diatas
menunjukkan adanya peredaan yakni terletak pada novel sleeping ugly dengan
sastra lisan sleeping beauty yakni terletak pada latar (tempat) yakni pada
novel sleeping ugly berlatar kehidupan
di dunia SMA sedangkan pada teks lisan Sleaping Beauty berlatar kehidupan di
istana beserta juga unsure-unsur yang ada di dalamnya seperti pangeran, ratu,
raja dan lain-lain.
|
|
C.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dari kedua teks sastra diatas
cerita Novel
Sleeping Ugly karya Margaretha dengan
sastra lisan Sleeping Beauty di
atas memiliki unsur tema yang hampir sama yaitu tentang menceritakan
tentang seorang putri yang tertidur. Teks sastra Novel Sleeping Ugly mempunyai
tokoh yang bernama Tiara dan menceritakan tentang kehidupan yang dialaminya
semenjak memiliki penyakit Tidur Begitu pula dengan teks lisan Sleeping beauty
yang menceritakan tentang kehidupan Sang Putri dalam lingkup istana. Serta
terletak pada alurnya (tempat) yaitu yakni terletak pada alurnya yang
sama-sama menggunakan alur maju.
2.
Saran
Perbandingan
antara Novel Layla-Majnun karya Syaikh Nizami dan Novel Siti nurbaya karya
marah rusli sangat menarik untuk diteliti lagi lebih lanjut. Untuk dijadikan
pelajaran untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang yang sangat tidak baik
untuk ditiru oleh pembaca, yakni adegan berciuman antara cowok dan cewek,
selain iu sifat suka tidur itu juga tidak baik. Namun masih banyak hal lain
yang patut dicontoh yaitu persahabatan yang erat, dan kasih saying antar sesame
dan masih banyak lainya.
DAFTAR PUSTAKA
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusastraan (terjemahan
oleh Budianta). Jakarta: Gramedia.
0 komentar:
Posting Komentar