Perbandingan Teks Sastra Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye Dengan Ilmu Sosial
Oleh: Imdad Hafi Al-Majidi
A. PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Karya sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat, merupakan
dunia subjektivitas yang diciptakan oleh pengarang yang di dalamnya
terdapat berbagai aspek kehidupan yang
saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek kehidupan tersebut berupa
aspek sosiolologis, psikologis, filsafat, budaya, dan agama. Keberadaan karya
sastra tidak dapat dilepaskan dari diri pengarang sebagai bagian dari anggota
suatu masyarakat. Sehingga dalam penciptaannya, pengarang tidak dapat terlepas
dari lingkungan sosial budaya yang melatarinya.
Sastra bandingan
adalah sebuah studi teks across cultural.
Studi ini merupakan upaya interdisipliner, yakni lebih banyak memperhatikan
hubungan sastra menurut aspek waktu dan tempat. Dari aspek waktu, sastra
bandingan dapat membandingkan dua atau
lebih periode yang berbeda. Sedangkan konteks tempat, akan mengikat sastra
bandingan menurut wilayah geografis sastra (Endraswara, 2014:128).
Kajian sastra banding ini tidak menelaah karya-karya sastra
semata-mata, melainkan membicarakan hubungan antara isi karya sastra dengan
berbagai disiplin ilmu pengetahuan, agama, dan bahkan juga karya-karya seni.
Berdasarkan hal yang demikian, maka penulis
membandingkan teks sastra novel “Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere
Liye dengan ranah ilmu Sosial mencari pembelajaran atas pengaruh
hal yang demikian.
2. Rumusan
Masalah
1)
Bagaimanakah
persamaan teks sastra novel “Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere
Liye dengan ranah ilmu sosial?
2)
Bagaimanakah
perbedaan teks sastra novel “Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere
Liye dengan ranah ilmu sosial?
3.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat
Praktis
1)
Dapat
memperluas khasanah ilmu
dalam suatu karya
ilmiah terutama bidang bahasa dan
sastra Indonesia.
2)
Bagi
peneliti, penelitian ini dapat memperkaya wawasan sastra dan menambah
khasanahan penelitian sastra indonesia
yang bermanfaat bagi perkembangan sastra indonesia.
3) Bagi pembaca, penelitian ini dapat
menambah minat baca dalam mengapresiasiasikan karya sastra, serta menambah
pengetahuan tentang sastra.
b.
Manfaat teoritis
Secara teoritis penelitian ini
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memahami karya sastra
4.
Objek Penelitian
Objek
penelitian ini ialah cerita novel“Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere
Liye
5.
Teori
Istilah sastra
bandingan (Comparatif Literature) di
Inggris, yang merupakan adaptasi dari istilah Prancis (Litterature Comparee), sastra bandingan diakui secara akademik di
Inggris pada tahun 1921. Ahli sastra bandingan pada saat itu adalah Eric
Partridge, yang menerbitkan karyanya tahun 1926 dengan judul Critical Medley. Essays, Studies and Notes
in Comparative Literature.
Munculnya pandangan historis kritis
menandai sastra bandingan telah memiliki tahapan panjang dalam mewujudkan
karya-karyanya. Kehadiran jurnal sastra bandingan yang representatif sekaligus
menunjukkan bahwa segi keilmuan sastra bandingan telah lama menarik perhatian
publik, sekurang-kurangnya di Inggris dan Prancis. Kedua negara ini tampaknya
memang menjadi ujung tombak terhadap perkembangan sastra bandingan.
Pembahasan di atas
memberikan gambaran tentang kemunculan sastra bandingan. Sepanjang usianya, sastra
bandingan dipupuk oleh dan dengan berbagai kegiatan seperti penerbitan jurnal,
kuliah, ceramah, dan berbagai penelitian.
Menurut Sapardi Djoko Damono (2005:
1), sastra bandingan adalah sebuah pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak
menghasilkan teori sendiri. Dengan kata lain, dalam kajian ini dapat menggunakan teori apa saja selama masih
dapat bersangkutan dengan sastra.
Sastra bandingan merupakan kegiatan
membandingkan sastra sebuah negara dengan negara lain atau membandingkan sastra
dengan bidang lain sebagai keseluruhan ungkapan kehidupan (Endraswara,
2014:9-10)
B.
PEMBAHASAN
1. Deskripsi
novel yang dibandingkan
Novel
ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu yang bernama Bunda HK untuk
mengenalkan dunia dan penciptanya pada anaknya yang bernama Melati dan pemuda
depresi bernama Karang. Melati, gadis kecil berumur enam tahun. Mukanya lucu
menggemaskan, rambut ikal Melati mengombak, pipinya tembam macam donat, bola
matanya hitam-legam seperti biji buah leci,dan giginya kecil-kecil bak gigi
kelinci. Sampai diumurnya yang ketiga, baru sejenak ia menikmati indahnya
hidup, cahaya terang, dan suara suara merdu disekitarnya, semua itu harus
direnggut dari dirinya karena sebuah kecelakaan kecil.
Bunda HK dan Tuan HK tak henti-hentinya berusaha
menyembuhkan anak semata wayang mereka. Berbagai dokter dan psikiater anak
terbaik dari berbagai rumah sakit ternama di ibu kota tak satupun mampu
mengatasi melati. Bahkan ada seorang dokter yang mengatakan melati gila karena
dalam proses terapi yang dilakukan tim dokter Melati tiba-tiba merajuk marah
dan menggigit jari seorang dokter hingga hampir putus.
Suatu ketika Bunda HK mendapat informasi tentang
keberadan pemuda yang bernama Karang dari Kinasih, putri dokter Ryan, dokter
keluarganya. Pemuda yang dulunya amat penyayang terhadap anak-anak dan
mempunyai banyak taman bacaan menjadi pria depresi, pemabuk dan kehidupannya
semrawut akibat terkungkung oleh rasa bersalah akibat peristiwa tiga tahun lalu
ketika kapal yang ditumpanginya bersama 30 anak asuhnya terbalik saat mereka
berwisata air yang pada akhirnya menewaskan 18 anak asuhnya. Bunda HKpun
meminta tolong kepada Karang namun Karang juga bersikukuh tak mau menerima
tawaran Bunda HK.
Tetapi pada akhirnya Karang berubah
pikiran, ia pun mendatangi rumah serba mewah di lereng perbukitan itu dan untuk
pertama kalinya juga Karang mandi dan berdandan rapi semenjak peristiwa itu.
Awalnya Karang disambut baik oleh keluarga itu tetapi kemudian ia diusir oleh
Tuan HK karena perlakuannya yang kasar pada Melati. Tetapi Karang tetap
bersikukuh membantu Melati. Akhirnya Tuan HK dan Bunda HK memberi kesempatan
pada Karang selama satu minggu. Tak genap satu minggu Karang diusir lagi oleh
Tuan HK secara kasar karena ia mendapati Karang mabuk di rumahnya.
Selama beberapa minggu tak banyak
perubahan berarti yang terjadi pada Melati, hanya bisa duduk di kursi, makan
dengan sendok dan garpu, itu saja. Namun belum genap 21 hari Tuan HK tiba-tiba
pulang. Seketika amarahnya meledak saat ia melihat pemuda yang amat dibencinya
itu sarapan bersama keluarganya, keributanpun tak terhindarkan. Ditengah
keributan itu, tiba-tiba Melati menghilang dari meja makan, merekapun sibuk
mencarinya. Dan akhirnya Karanglah yang menemukan Melati di taman sedang
bermain air mancur dengan telapak tangannya, Inilah yang selama ini karang
tunggu-tunggu, ya, telapak tanganlah penghubung Melati dengan dunia ini.
Semenjak itu Melati mulai mengenal Bunda HK, Tuan HK, Karang dan benda-benda
disekitarnya. Tuan HK otomatis hilang kebnciannya terhadap Karang. Dan yang
paling menggembirakan adalah di suatu malam ketika perkataan Melati bermaksut
“Selamat malam bunda, bunda bobo juga ya. Moga bunda disayang Allah.” Akhirnya
Karang juga terbebas dari depresi dan kembali merintis taman bacaannya dulu
bersama Kinasih.
2. Persamaan
Teks Sastra
Novel “Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere Liye Dengan Ranah Ilmu Sosial
|
1
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
“Dengan
melihat karang ibu ibu gendut itu merasa sedih dan dalam lirih ibu-ibu gendut
itu berdoa agar karang dapat sadar dan kembali kejalannya.”(Tere
Liye, 2006;54)
|
Termasuk simpati yaitu suatu proses dimana
seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa
yang dialami sekaligus melakukan sesuatu untuk orang lain.
|
|
|
Analisis : dari
kutipan novel dan pengertian simpati pada ilmu social ada persamaan dari
keduanya yaitu sama-sama menunjukkan kepedulian atau ikut merasakan apa yang
orang lain rasakan tapi tanpa adanya suatu tindakan. Seorang ibu-ibu yang
dengan hati nuraninya ikut merasa kasihan kepada Karang yang telah berubah
prilakunya, dan berdoa agar Karang segera kembali ke jalan yang benar. Proses
sesorang merasa tertarik dengan orang lain. Agar dapat berlangsung,
diperlukan adanya pengertian antara kedua belah pihak (Soerjono Soekanto,
2006:50)
|
||
|
2
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
Kinasih pelan mengambil tissue di meja dekat
ranjang. Mengelap pipi bunda. Ah saraf
tangis itu jelas sekali tidak bisa dipaksa, kalian memang bisa saja tetap
terliat seperti ekspresi, terlihat kosong , tapi kantong air mata tidak bisa
ditahan, akan keluar dengan sendirinya. (Tere-Liye, 2006;29)
|
Termasuk empati yaitu kemampuan mengambil atau
memainkan peranana secara efektif dan seseorang atau orang lain dalam kondisi
yang sebenar-benarnya, seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang
lain disertai dengan sebuah tindakan.
|
|
|
Analisis :
dari kutipan novel dan pengertian empati pada ilmu social ada persamaan dari
keduanya yaitu sama-sama menunjukkan rasa kepedulian tokoh dan disertai
dengan sebuah tindakan. Kinasih sosok wanita yang baik hati, pandai
menghibur, dan berjiwa sangat mulia.
Menurut
Sutardi (2007) empati dianggap sebagai kelanjutan dari toleransi. Empati
dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang
lain oleh seorang individu atau suatu kelompok masyarakat.
|
||
.
|
3
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
Bunda pelan membimbing Melati naik ke tempat tidur
birunya. Melati menurut……. Bunda seperti biasa akan menemani hingga Melati
sedikit tenang. (Tere Liye, 2006;89)
|
Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan
cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
|
|
|
Analisis : dari kutipan diatas menunjukkan betapa
pedulinya dan sayangnya seorang bunda kepada buah hatinya meskipun dalam
kondisi tidak seperti anak-anak lainnya. Itu menunjukkan rasa kasih sayang
terhadap sesama individu. Terutama kepada anak yang merupakan karunia
pemberian dari Tuhan. Kasih sayang adalah rasa yang timbul di dalam hati yang
tulus untuk mencintai, menyayangi, serta memberikan kebahagiaan untuk orang
lain, atau siapapun yang dicintainya (Akhmad Jayadi, 2012)
|
||
|
4
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
“suatu
saat Kinasih percaya, bahkan Melati pasti bisa memanggil ‘Bunda’ dengan
sempurna. Memeluk dan menyatakan cintanya kepada Bunda dengan utuh”
(Tere Liye, 2006;39)
|
Motivasi
merupkan dorongan, rangsangan pengaruh atau stimulus yang diberikan seoang
individu kepada indivdu lain.
|
|
|
Analisis : Kutipan
diatas menunjukkan adanya persamaan isi kutipan pada novel dengan ilmu
sosial, dimana seorang Kinasih yang mampu memberi semangat berupa motivasi
kepada Bunda dengan kata-kata yang lembut. Kinasih percaya bahwa nanti Melati
bisa memnggil Bunda. Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar
untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, (Soerjono Soekanto,
2006;67)
|
||
3.
Perbedaan Teks Sastra
Novel “Moga Bunda Disayang Allah” karya Tere Liye Dengan Ranah Ilmu Sosial
|
1
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
“melati tidak gila!”
Bunda mendesisi galak.
“hanya orang gila yang bisa menggigit hamper putus jari
orang lain, Nyonya!” Salah satu dokter menyela lebih galak, jengkel.
(Tere-Liye, 2006 :38).
|
Motivasi
merupkan dorongan, rangsangan pengaruh atau stimulus yang diberikan seoang
individu kepada indivdu lain.
|
|
|
Analisis
: dari kutipan novel dan pengertian
Motivasi pada ilmu sosial terdapat perbedaan dari keduanya yaitu pada novel tokoh dokter
memberikan pengaruh yaitu rasa menyerah pada tokoh bunda. Hal itu berbanding
terbalik dengan interaksi social yang berupa motivasi. Dorongan yang timbul
pada diri seseorang secara sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan
tertentu, (Soerjono Soekanto, 2006;67)
|
||
|
2
|
Novel
Moga Bunda Disayang Allah
|
Ilmu
Sosial
|
|
“Anak ini tidak membutuhkan dokter, nyonya! Anak ini membutuhkan rumah
sakit jiwa” Bunda dan Tuan HK berkali-kali minta maaf atas kejadian itu.
Tapi hanya dijawab dengan kalimat-kalimat menusuk dari tim dokter.
(Tere-Liye, 2006 :37).
|
Dalam suatu
interaksi dapat didasarkan pada berbagai faktor, salah satunya adalah
sugesti. Sugesti adalah cara pemberian suatu pandangan atau pengaruh oleh
seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut
mengikuti pandangan/pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang.
|
|
|
Analisis : teks
novel di atas merupakan penyimpangan sosial, karena seharusnya seorang dokter
yang notabenya berintelektual dan berpendidikan tinggi malah menghina
pasiennya. Seorang dokter seharusnya member saran/sugesti yang baik tanpa
menyakiti hati orang lain. Sugesti adalah pendapat yang dikemukakan (untuk
dipertimbangkan); anjuran; saran. (KBBI, 1996;147)
|
||
C.
PENUTUP
1.
Simpulan
Perbandingan
dari pesamaan dan perbedaan Teks Sastra
Novel Moga Bunda Disayang Allah dengan
ilmu sosial ternyata dapat diketahui hal-hal yang terkait dengan kehidupan
bermasyarakat, terutama pada kutipan-kutipan yang telah dianalisis dengan ilmu
sosial banyal hal yang perlu kita ketahui dan kita pelajari untuk menjalani
kehidupan bermasyarakat, dari cara kita berprilaku, berinteraksi sesama
individu, dan bahkan bagaimana kita berbaur dengan sesama mahluk hidup dengan
tidak membandingkan strata sosial kita.
2.
Saran
Saran peneliti kepada peneliti lain, setelah penelitian ini diharapkan
lebih kreatif dalam meneliti dan menelaah kajian sastra berperspektif gender
dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Inovasi-inovasi lain pun diharapkan
akan hadir untuk melengkapi penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Endraswara,
Suwardi. 2014. Metodologi Penelitian
Sastra Bandingan. Jakarta: Bukupop.
Depdikbud. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta:Balai Pustaka.
Jayadi, Akhmad. 2012 “Arti Dan Makna Kasih Sayang”. 16 Mei
2016. Http://kalimatmotivasiku.blogspot.com/2012/10/arti-dan-makna-kasih-sayang.html.
Liye,
Tere. 2006. Moga Bunda Disayang Allah.
Jakarta: Republika Penerbit.
Sapardi
Djoko Damono. 2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta:
Depdiknas.
Soekanto,
Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sutardi,
T. 2007. Antropologi Mengungkap Keragaman
Budaya. Bandung: PT. Setia Purna Inves.

0 komentar:
Posting Komentar