Minggu, 08 Mei 2016

Film Jomblo karya dari Orang Jomblo





Sutradara. Itu adalah impian terbesar gua dalam hidup. Berawal dari kesukaan gua nonton film, entah itu film indonesia, film Korea, ataupun film Hollywood. Gua pun bercita-cita menjadi sutradara. Tapi you know lah, kadang apa yang kita inginkan bukan seperti apa yang gua dapatkan.
 Seperti yang diketahui semua orang, gua adalah salah satu mahasiswa di universitas yang tidak begitu beken di negeri ini. Tapi walaupun gitu, gua masih syukur diberi kesempatan buat kuliah. Gua ngambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra dan Indonesia dan dari situlah gua menerima mata kuliah sinematografi di semester 5.
Berikut adalah beberapa fact dari film pendek gua dari yang nyebelin sampai yang superrr nyebelinnnn lets this out!
1.       Buat film apa yah?
Waktu itu gua sempat mikir. Semester 5 semester tua. Gua harus bikin film yg bener-bener jjang! nantinya. Yang exited. Yang bisa membuat kampus gua terkenal. Hahaha impian gua emang tinggi guys. Nggak usah kaget deh. Gua mikir apa baiknya gua buat film yang ada efek-efek superheronya, kayak teaser EXOLUXION gitu lho. Tapi denger2 di kakak kelas gua kemarin, film yang menang adalah film yang memiliki pesan nilai moral. EXO mana ada pesan moralnya???
2.       Kelompok oh Kelompok
Pas gua tahu kelompok film bakal disamaain dengan kelompok drama. Gua santai! Karena memang itu yang gua harapkan. Ehm... gimana yah, kelompok gua kebetulan terdiri dari org2 yg paling bright di kelas. Check!
Anis               : Temen deket gua, orangnya gendut (ada di galeri foto gua)nggak bisa apa-
                        apa sih, namun kehadirannya di kelompok gua bikin gua terhibur.
Vita                 : Nggak bisa apa-apa juga. Cuma bisa menghibur. Temen deket gua juga.
Yoga              : Dia ini orangnya semngat banget pas kelompok bareng gua. Hobbynya
                        ngomong dan sama sekali nggak ada bakat buat drama ataupun film. Gua
                        sih oke2 aja. Selama itu bisa diatur.
Bagus            : Beruntungnya dia bisa akting. Gua berencana jadiin dia tokoh utama.
Tancik           : Beruntungnya juga dia cantik. Gua bisa jadiin dia visualnya hahaha.
Ahyu             : Buat tambahan dia termasuk kategori spesial. Punya bakat tersembunyi.
Trisna            : Dia sangat membantu pokoknya.
Nia                : Dia juga kategori spesial. Pinter juga. Dan keberadaannya cukup membantu
Suda n Arina   : Mereka mahasiswa thailand. Hanya buat genap-genapan saja.
Aziz                 : Udahlah gua males bahas orang itu.

3.       Kelompok again? Aigoo...
Sebenernya ada masalah mengenai soal kelompok. Bukan kelompok gua sih, kelompok lain tapi imbasnya tetap ke kita. Yah gitu, (nggak papa kan gua jelasin disini. Toh ini kan diary gua, elo gua izinin baca aja syukur2) Ada temen gua namanya Andre dia itu orngnya otoriter banget. Sekilas mirip Rangga AADC.
#HUEKKKSS                #AMBILINKRESEK            #GUAMUNTAH
Ya gitu deh, kelompoknya banyak yang gak suka diketuai oleh dia. Eh kelupaan, sebenarnya kelompok kelas dibagi menjadi 3. Kelompok pertama diketuai Okky, kedua Andre, and you know lah, bukannya sombong, I’m leader in grup 3 J
Kembali ke Andre yah, itu kan para anggotanya banyak yang out, ya gitu mereka minta ke grup gua. Aduh duh duh... maklumin ajalah, kelompok favorite gitu... J
4.       FIX!
Kelompok akhirnya fix! Kita ketambahan dua anggota Eka dan Enis. Btw, mereka juga salah satu org yg bright di kelas huahaha. Lalu ada pemugaran kembali deh kelompok. Nia, Suda dan Arina mereka out sendiri dan memutuskan untuk membuat kelompok sendiri. Gua agak terkejut juga sih, tapi ya oke lah, fine!

5.       Berhenti jadi Guru Les
Ehm- ehm... sebenarnya gua adalah guru les dengan gaji 50000 per murid setiap bulannya. Ya itu cukup membantu sih, mengingat gua punya 9 murid saat ini. Namun hanya karena film dan drama ini gua sampai rela mutusin gak nerima les kembali.  Iya beneran. Kaget kan elo. Kok gua bisa senekat ini? Ya itulah gua? Gua termasuk org yang berani berkorban buat mimpi. Gua pengen aja memusatkan perhatian pada film ini. Gua pengen buat film bagus okey...
6.       Prakteknya kapan sih?? When taking action???
Ini dia yang gua bingungin. Mr. Rodi, dosen gua ini, emang sengaja  ngasih materi tentang filmmm melulu... Padahal gua itu sudah tahu. Ayolah gua pengen cepet2 megang kamera Pak. Kapan? Kapan???
7.       Well It’s ACTION!!!
Sialnya, aktingnya, ambil gambarnya, syutingnya itu dimulai tiga minggu sebeluam UAS. Sialan banget tahu nggak sih??? Bahkan sutradara profrsional aja nggak mungkin bikin film sesingkat itu, ini kenapa coba singkat banget waktunya???
8.       Film apa? Film apa? Gua bingung jek!
Sejujurnya, gua buat film ini hanya untuk mendapatkan penghargaan film terbaik. Okey. Karena gua pikir, begitu gua dapat penghargaan itu cita-cita gua sebagai sutradara gua anggap lunas! Gua pengennya buat film superhero. Anis ngasih masukan gua buat film tentang kehidupan karena mengingat tahun kemarin film terbaik dimenangkan oleh kelompok yang membuat film tentang kehidupan juga. 
Trus gua ngasih masukan deh, gimana kalo film-nya kayak MV Dewi Lestari yang judulnya malaikat juga tahu. Entar yang jadi idiotnya Aziz, yang jadi wanita cantiknya tancik. Tapi ya gitu resikonya, banyak yang nggak main di film ini.
Ayolah... ini film pertama sekaligus film terakhir kita ngampus. Harusnya semuanya bisa muncul dong.
9.       Film Jomblo? Eh Gua Jomblo lho!!!!
And begitu gua ngasih masukan tentang buat film Jomblo beserta gambaran scene2 yang ada, mereka langsung setuju. Gila gaes. Film Jomblo, sutradaranya juga Jomblo. Aneh nggak sih??? Ya udalah, pengorbanan. Demi film gua rela kok jadi bully-an.  Ya meskipun adanya sedikit harapan, semoga setelah film ini di putar ada cowok fakultas yang tertarik dengan gua. JIAAAHHH!!!!
10.   Kamera antri!!!
Oh May God Oh My God. Tampaknya gua harus bener-bener sadar kalo kampus yang gua tempati ini nggak setenar kampus UNAIR atau nggak secanggih kampus ITS. But it’s okey, kadang sesuatu yang baik belum tentu baik bagi kita bukan? Aku sendiri menganggap kampus ini sebagai kampus Laskar Pelangi. Karena Gua tahu akan ada anak-anak didikan Pak Iib ataupun Pak Mustofa yang nantinya bakal mengharumkan nama lembaga ini.
Untuk soal kamera, gua harus mondar-mandir kesana kemari, naik turun tangga demi ngambil kamera dan alat-alatnya. Untungnya ada Trisna yang ikut memikul tanggung jawab. Semua kelompok gua itu emang anjrrriiittt... nggak mau di ajak kesana kemari. Emang Trisna joss deh, hatinya kayak bidadari.
11.   Syuting di sekitar kampus?? No Way!!!
Sebagai sutradara gua juga mikir apa yang terbaik buat pemain-pemain gua bukan. Jadinya gua ngasih shoot syuting di kampus aja. Nyatanya para artis-artis yang belum tentu jadi artis ini menolak mentah2. Gua sih setengah terharu dengan mereka. Ternyata bukan Cuma gua yang menginginkan yang terbaik buat film ini. Teman sekelompok juga.
10. Welcome Andre
Ada sedikit menyedihkan dari kisah Andre disini. Ya gitu deh, dia ditinggalin semua kelompoknya. Kata salah satu kelompoknya “Udah cukup gua mau kelompokan drama sama Andre, tapi kalo film tetep kelompokan, gua gak kuatt!!!
Hahahaha gue tertawa guling2.
Trus, pas gua ambil kamera, gua kan bingung tuh, cara ngutak-atiknya. Apalagi soal syuting gua kan belum canggih. Trus gua panggil Andre. Hasilnya cukup membantu.
Sampai akhirnya, Anis menawarkan jackpot buat andre, “Masuk ke kelompok kita aja, jadi kameramen. Mau??”
Andre sok malu-malu kucing mendengarnya. Sampai akhirnya diiyain aja yah. Agak jauh dari perkiraan deh, gua kan pengennya dia nangis-nangis terharu terus sujud di kaki gua “Terima kasih Rhifa... Terima kasih telah menampungku masuk di kelompok favorit ini. Sejujurnya aku nggak tahu harus membalasmu dengan apa? Huahahaha
*Nyatanya itu hanya ada dalam khayalan gua.

12.   Waiting Aziz.
Sebenarnya gua juga termasuk sutradara pengertian da sabar. Namun semua itu ada batasnya bukan? Aziz itu malah mempersulit kita. Sebenernya gua tahu dia berbakat. Gua juga mau njadiin dia tokoh utama. Tapi ya gitu, orangnya nggak bisa di ajak kompromi. Pengennya jadwal syuting kita menyesuaikan dengan jadwalnya? Hello... emang ada yah? Sutradara nurutin artisnya? Artis kali yang musti murut sama sutradara. Lagian ini juga bukan keputusan gua sendiri, Ini keputusan bersama.
Sampai akhirnya syting film Jomblo Sapien 30-12-2015 tetap dilangsungkan tanpa Si Bojez itu.

13.   Dari telaga bandung, Perpustakaan kota  sampai KFC Lamongan
Itu adalah lokasi syuting kita.  Sedikit bondo bukan? Setibanya di KFC, gua sangat berterima kasih sekali kepada Enis yang mau nraktir float buat semuanya. Ya meskipun gua tahu itu balasan karena gua mau nampung elo. Hehehehe enggak-enggak Nis, bercanda.
14.   Appreation Night
Sebenarnya ini malam yang ku tunggu-tunggu. Malam dag dig der DAIA!!! Sebelum film itu diputar, kita mau main drama dulu. Gua gak akan cerita drama disini, karena fokus gua hanya cuma film. Yang jelas, drama kita jalanin dengan baik. Yaiyalah, nggak sia-sia kita latihan setiap hari. Nggak sia-sia gua ngatur para pemain seperti yang gua inginkan sampai gua pernah debat sama Bagus segala lho. Pokoknya drama gue eh kita Daebak banget deh, Bagus. Bikin penonton ataupun juri-juri tertawa. BTW judul drama kita adalah Suami takut Istri. Bagus pokoknya Cuma gua nggak punya rekamannya.
15.   Kapan di putar? Gua nggak sabar terkenal!
Well. Sebenarnya tujuan gua bikin film bukannya untuk cari sensasi semata. Gua Cuma pengen diakui kok, kalo seorang Rhifaery itu dapat diakui dalam bidang film. Itu aja, nggak lebih. Tapi kapan dong?
16.   Lebih dari 7menit di CUT!
Drekkk... seandainya jantung gua nggak sekuat ini, gua pasti udah serangan jantung. Beapa durasi film gua. Itu 10 menit. Cuma lebih 3 menit doang. Padahal di film yang pertama itu lebih dari 7 menit kok diterusin?
17.   Jreng Jreng Jreng Film Gua... Oh Tolonglah... , kalian kejaaammmm....!!!!
Dan waktu film gua diputar, Benar-benar nggak ada masalah. Semua penonton menikmati. Semua penonton sedikit memuji tapi hati gua ini yang dag dig dug nggak berdaya. Gua takut di cut, sumpah gua takut di cut. Jika film gua bener di cut perjuangan dan pengorbanan gua bakal sia-sia. Perjuangan gua belajar Pinnacle, perjuangan gua bolak balik nyari kamera, perjuangan gua cari cari lokasi... Ya tuhan aku nggak bisa bayangkan!!!
Dan film gua pun beneran di CUT!
Ya tuhan, teganya mereka??? Padahal hampir ending lho. Teganya... Gua nagis jreng!
18.   Biang kerok = AJI
Aji! Dia biang keroknya. Gua bisa denger dia ngomong-ngomong cut dia akhir sebelum film gua di cut. Ya gua tahu itu suara Aji. Emang sialan kan tuh cowok. Gua tahu kalau sebenarnya kita dari dulu itu rival. Dia yang minta aplikasi pinacle ke gua, minta ajarin gua gimana cara menggunakannya, tapi disaat film dia diputar secara tuntas dan film gua enggak, sumpah gua ngamuk banget.
19.   AJI GUA SUMPAHIN GAK LAKUUUU!!!!
Entah jin apa yang merasuk di kepala gua, gua bener-benar ngamuk ke dia waktu itu. Bersama Anis, gua tungguin tuh Si Aji sampai keluar dari ruangan. Begitu dia keluar, gua teriak-teriak kayak orang kesurupan. Gua lemparin sandal. Sama Anis juga. Anehnya dia nggak ada usaha untuk ngelawan. Dia Cuma bilang emang film gua pentes untuk di cut. Sialan banget nggak sih?  Sampai Aji turun tangga pun gua ikutin dia. Gua lempar dia sama balon air (untungnyanggakkena) Nggak tahu gimana wajah gua saat itu. Sampai akhirnya Vita dan Maula ikut ikut bantu gua ngedamprat Aji.
Sedikit note, gua terharu bgt sama mereka bertiga. Anis, Vita, Maula. Menurut gua mereka itu temen2 yang care banget sama gua. Saat gua suka sama seseorang, Jaya namanya. Mereka turut ngebantu. Saat gua nggak suka sama seseorang, Maura namanya itu soalnya dia deket2 Jaya, mereka juga ikut2an nggak suka. Dan saat gua ngamuk ke Aji, mereka juga ikut2an ngamuk ke dia.
Dan kalian harus tahu style ngamuknya Vita, Nggak akan gua ceritain disini soalnya Vita ngamuknya pake konotasi berbau sexual hahaha. Ya mungkin Cuma Aji yang tahu.

20.   AZIZ BRENGSEK!!!!
Kenapa gua katain Aziz brengsek disini, karena Aziz memang cowok brengsek. Gimana yah, dia itu kelompok gua, tapi pas waktu film kita di cut, dia sama sekali nggak memberi pembelaan. Memangnya apa sih kekurangan gua?  Saat dia nggak bisa syuting, gua pun masih nyempat-nyempatin cari waktu buat berpatisipasi di film. Ya setelahnya gua tahu kalo sebenarnya alasan aziz nggak bisa syuting adalah karena jalan sama pacarnya. Pas dia nggak bisa latihan drama gua juga maklumin. Gua juga nggak ngsih tugas dia ngedit ngedit atau apapun Cuma bikin spanduk doang “Warung Mpok Karti”. Tapi ini balasannya ke gua. Bukan Cuma gua, tapi ini balasannya ke kelompoknya sendiri.
Dan Aziz itu orangnya... Iya gua tahu dia emang aktifis, tapi saat ngelihat gua atau teman2 gua (anis vita maula dll) dibully teman sesama aktifisnya, dia itu nggak bela gua. Tapi ikut-ikutan bully gua. Sialan banget nggak tuh. Beneran gua benci elu ajisssss sampeeekkk matiii!!!!!
21.   Nangis darah...
Gua nggak sanggup nahan air mata gua saat itu juga. Begitupun juga Anis. Kita nangis sama-sama. Sama Vita sama Maula juga. Maula itu yah, walaupun bukan kelompok gua tapi dia itu care sama kita-kita. Dan sedikit pemberitahuan, bahwa semua film dari kelas gua ternyata di cut semua. Filmnya mbak Nia, film-nya Okky. Tapi wajar sih, filmnya mbak Nia itu durasinya sampai 15 menit sedangkan filmnya Okky itu nggak jelas sama kayak orangnya. Dan gua bete’nya, itu temen2 sekelompok gua nggak ada yang bela gua. Nggak ada yang ikut ngamuk ke Aji gitu lho kayak yang gua lakuin. Jadi yah gitu, gua ngerasa kalo mereka menyalahkan gua... hikkss
22.   Mr Rodi yang salah brooo...
Sampai gua di kosnya Isma, gua pun dikasih tahu temen2 lainnya ternyata yang nyryh cut itu Pak Rodi sendiri bukan Ajiii.... (ketahuanmalunyadimana) Anjrrriit Anjjrrritt Anjrrriittt... gua malu banget saat itu. Ya ampun Aji, gua udah ngamuk2 nggak jelas ke dia, ternyata yang nge cut Pak Rodi sendiri. Anjrrrittt anjrrriittt anjrrriittt.. But wait. Aji juga salah. Kenapa dia punya mulut kok ember banget. Coba dia nggak ngomong cut, pakRodi juga gak bakalan nge-cut film. Iya kan... iya kaaannn??? Dan Ajis juga, dia itu ada di depan pas filmnya diputar, trus kenapa dia nggak bertindak apapun? Kan bisa filmnya itu dicepetin sedikit sebelum di cut! Aissshhh Pak Rodi gua bener-bener benci guru itu. Ya emang sih, kita nggak boleh benci guru nanti ilmunya gak bermanfaat. Tapi kenapa harus film sihhh paaakkk???? Dia kan tahu film itu hidupku? Sutradara itu cita-citaku? Pak Rodi tahu itu karena aku dulunya emang cerita. Dan seketika itu keakraban yg aku jalin bersama Pak Rodi runtuh di tengah jalan. Mr Rodi, gua benci eluuuu....
23.   Award??? Kita dapet nggak yah??
Anis terus terusan ngomong kalo kita nggak mungkin dapat award karena film gua yang dipotong. Tapi gua nggak yakin, gua pasti dapet. Iya mungkin editing terbaik karena gua perhatiin editan gua yang paling bagus. Tapi Anis tetap ngotot nggak bakal dapat. Kalo Vita, dia yakin pasti dapet award tapi bukan di film, di drama. Aku pikir juga gitu sih, drama gua kan bagus.
24.   Ada Aji Ada Aji. Gua pengen sembunyi!!!!
Ada Aji disana. Aduh gua malu banget. Gua udah niat kalo gua dapet award gua akan minta maaf dihadapan orang banyak. Gitu. Kan keren tuh, gua nggak perlu malu soalnya kan dapat award. Tapi masalahnya gua dapat nggak???
25.   Olala Gua dapet award Olalalaa....
Iya beneran gua dapat award. Waktu judul drama gua disebutin sebagai sutradara terbaik gua seneng banget tak terkira. Gya jingkrak jingkrak di tempat sambil teriak-teriak tak terkira. Sampai Pak Iib tertawa. Hahaha PaK Iib itu guru terbaikku beda jauhhhh sama Pak Rodi! But wait? Kenapa sutradara drama. Gua pengennya sutradara film? Tapi nggak papa yang penting sutradara.
Dan Aziz juga dapet predikat aktor terbaik. Aissshhh nyebelin. Bua pengennya aktor terbaik itu diraih Vita bukan Ajiz. Itu jurinya ngantuk kali. Trusss film,  pada tahu kan kalo film gua di cut, itu ternyata malah dapaet penyunting terbaik. Iya, jadi si Andre yang dapet. Nggak papa deh. Andre emang keberuntungan kita hehehe.
26.   Aziz nggak pantes dapet piala!!!
Disaat gua seneng2nya sama teman2 gua, aziz dan aji cs juga pada seneng2 sama komunitasnya. Ih nyebelinnn.... Dan gua lihat raut wajahnya Aji itu seneng banget. Ya iyalah, filmnya Aji juga dapat award banyak, udah gitu dia dideketin wanita pujaannya. Nggak tahu kenapa ngelihat mereka bahagia itu bikin gua muak. Gua pengen mereka menderitaaaaa....
Soal gua yang minta maaf sama Aji, itu nggak jadi, soalnya nggak dikasih kesempatan buat ngomong sih? Dan pada waktu Ajiz lengah, gua Vita Anis nyolong tuh piala! Enak aja, pialanya mau di pajang di HMJ. Emang dia dapat penghargaan itu karena siapa?? Emang sih 50% karena kemampuannya dan 50% juga atas jasa gua. Gua...!!! Dan dia nggak sempat2nya bilang terima kasih ke gua. Aissshhhh Ajis i hate you forever after e long long long timeeee....
27.   Dan kitapun berpesta.
Sebuah perayaan besrapun dirayakan. Btw kita merayakannya dengan apa? Nonton bokep hahahahah. But wait bukan gua yang nonton. Tapi Vita tuh. Dia nonton bokep yang dikasih Ajiz. Dia nontonnya sampai shubuh hahaha. Emang Vita dan Ajiz itu sama-sama yadong. Besoknya kita bener2 berpesta, pesta mie. Kita seneng banget. Maula walaupun nggak dapet penghargaan dia juga seneng. Aduh temen2ku. Aku ingin memeluk mereka.
28.   Ada Aji lagi.... Aissshhh bodoh amat!!
Iya bodoh amat? Emang siapa dia? Kim Jongin? Kai EXO? Personil EXO??? Dia bukan siapa2 rhifa kenapa takut. Toh antara aku dan Aji juga sama2 dapat penghargaan. Berarti kita impas. Tapi gua ketemu Aji itu bukannya sok cuek. Gua juga tahu kalo gua pernah salah ke dia. Udah ngamuk-ngamuk dia di tempat umum. Hahaha nggak usah dibahas. Langsung deh gua beli botol minuman. Gua kasih surat “maaf ji” dan gua kirim ke dia untuk diminum. Agak so sweeettt bukan. Itu tuh cara Korea ji buat minta maaf. Elu sih nggak bakal ngerti. Bodoh amat elo maafin gua atau enggak. Yang jelas, wanita berkelas menurut gua itu wanita yang berani minta maaf jika dia salah. Bener kan???
29.   Dan mimpi gua pun lunas.
Dan gua nganggap mimpi gua sebagai sutradara sudah lunas. Meskipun gua gagal jadi sutradara film, tapi gua kan berhasil menyandang prediket sutradara drama. Gua tahu aja, m=ngerahi cita-cita jadi sutradara itu nggak gampang. Apalagi dengan keadaan gua yang seperti ini, duit gua, kampus gua, udah gua nggak mau berharap. Cita-cita gua udah LUNAS.
Dan hubungan gua Aji dan Ajis udah kayak musuh sekarang. Gua ngerasa malu melihat dia, tapi juga marah. Udalah gua jalanin aja apa yang ada. Jika dulu kita semua berteman akrab, tidak untuk sekarang. Sedikit tambahan aja, Aji itu satu2nya temen yang klop buat gua. Dia penyuka aliran sastra yang sama dengan gua, film juga. Trus kalo ngomongin Korea sama Aji itu nyambung banget.
Tapi emang bukan dia satu2nya teman yang baik sama gua. Ada Vita Anis Maula juga sekarang. Dengan kejadian ini gua jadi ngerti kalo mereka itu bener2 sahabat. Iya mereka sahabat gu, dan gua merasa beruntunggg banget memiliki mereka.
 Vita, Gua sama Anis merayakan kemenangan
 Vita pegang pialanya ajiz, Anis pegang pialanya Andre dan gua pegang piala sendiri
 Yeah! I'M A WINNERR!!!

30.   But wait wait wait.... Gua kok tetap Jomblo










0 komentar:

Posting Komentar

 

Rhifaery's Room Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang