Sutradara. Itu adalah impian terbesar gua dalam hidup. Berawal dari
kesukaan gua nonton film, entah itu film indonesia, film Korea, ataupun film
Hollywood. Gua pun bercita-cita menjadi sutradara. Tapi you know lah, kadang
apa yang kita inginkan bukan seperti apa yang gua dapatkan.
Seperti yang diketahui semua
orang, gua adalah salah satu mahasiswa di universitas yang tidak begitu beken
di negeri ini. Tapi walaupun gitu, gua masih syukur diberi kesempatan buat
kuliah. Gua ngambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra dan Indonesia dan dari
situlah gua menerima mata kuliah sinematografi di semester 5.
Berikut adalah beberapa fact dari film pendek gua dari yang nyebelin
sampai yang superrr nyebelinnnn lets this out!
1.
Buat film apa yah?
Waktu itu gua sempat mikir. Semester
5 semester tua. Gua harus bikin film yg bener-bener jjang! nantinya. Yang
exited. Yang bisa membuat kampus gua terkenal. Hahaha impian gua emang tinggi
guys. Nggak usah kaget deh. Gua mikir apa baiknya gua buat film yang ada
efek-efek superheronya, kayak teaser EXOLUXION gitu lho. Tapi denger2 di kakak
kelas gua kemarin, film yang menang adalah film yang memiliki pesan nilai
moral. EXO mana ada pesan moralnya???
2.
Kelompok oh Kelompok
Pas gua tahu kelompok film bakal
disamaain dengan kelompok drama. Gua santai! Karena memang itu yang gua
harapkan. Ehm... gimana yah, kelompok gua kebetulan terdiri dari org2 yg paling
bright di kelas. Check!
Anis :
Temen deket gua, orangnya gendut (ada di galeri foto gua)nggak bisa apa-
apa sih, namun
kehadirannya di kelompok gua bikin gua terhibur.
Vita :
Nggak bisa apa-apa juga. Cuma bisa menghibur. Temen deket gua juga.
Yoga :
Dia ini orangnya semngat banget pas kelompok bareng gua. Hobbynya
ngomong dan sama sekali nggak
ada bakat buat drama ataupun film. Gua
sih oke2 aja. Selama
itu bisa diatur.
Bagus :
Beruntungnya dia bisa akting. Gua berencana jadiin dia tokoh utama.
Tancik : Beruntungnya juga dia cantik. Gua bisa jadiin dia
visualnya hahaha.
Ahyu :
Buat tambahan dia termasuk kategori spesial. Punya bakat tersembunyi.
Trisna : Dia sangat membantu pokoknya.
Nia :
Dia juga kategori spesial. Pinter juga. Dan keberadaannya cukup membantu
Suda n Arina : Mereka mahasiswa thailand. Hanya buat genap-genapan
saja.
3.
Kelompok again? Aigoo...
Sebenernya ada masalah mengenai soal
kelompok. Bukan kelompok gua sih, kelompok lain tapi imbasnya tetap ke kita.
Yah gitu, (nggak papa kan gua jelasin disini. Toh ini kan diary gua, elo gua
izinin baca aja syukur2) Ada temen gua namanya Andre dia itu orngnya otoriter
banget. Sekilas mirip Rangga AADC.
#HUEKKKSS #AMBILINKRESEK
#GUAMUNTAH
Ya gitu deh, kelompoknya banyak yang
gak suka diketuai oleh dia. Eh kelupaan, sebenarnya kelompok kelas dibagi
menjadi 3. Kelompok pertama diketuai Okky, kedua Andre, and you know lah,
bukannya sombong, I’m leader in grup 3 J
Kembali ke Andre yah, itu kan para
anggotanya banyak yang out, ya gitu mereka minta ke grup gua. Aduh duh duh...
maklumin ajalah, kelompok favorite gitu... J
4.
FIX!
Kelompok akhirnya fix! Kita
ketambahan dua anggota Eka dan Enis. Btw, mereka juga salah satu org yg bright
di kelas huahaha. Lalu ada pemugaran kembali deh kelompok. Nia, Suda dan Arina
mereka out sendiri dan memutuskan untuk membuat kelompok sendiri. Gua agak
terkejut juga sih, tapi ya oke lah, fine!
5.
Berhenti jadi Guru Les
Ehm- ehm... sebenarnya gua adalah
guru les dengan gaji 50000 per murid setiap bulannya. Ya itu cukup membantu
sih, mengingat gua punya 9 murid saat ini. Namun hanya karena film dan drama
ini gua sampai rela mutusin gak nerima les kembali. Iya beneran. Kaget kan elo. Kok gua bisa
senekat ini? Ya itulah gua? Gua termasuk org yang berani berkorban buat mimpi.
Gua pengen aja memusatkan perhatian pada film ini. Gua pengen buat film bagus
okey...
6.
Prakteknya kapan sih?? When taking action???
Ini dia yang gua bingungin. Mr. Rodi,
dosen gua ini, emang sengaja ngasih
materi tentang filmmm melulu... Padahal gua itu sudah tahu. Ayolah gua pengen
cepet2 megang kamera Pak. Kapan? Kapan???
7.
Well It’s ACTION!!!
Sialnya, aktingnya, ambil gambarnya,
syutingnya itu dimulai tiga minggu sebeluam UAS. Sialan banget tahu nggak
sih??? Bahkan sutradara profrsional aja nggak mungkin bikin film sesingkat itu,
ini kenapa coba singkat banget waktunya???
8.
Film apa? Film apa? Gua bingung jek!
Sejujurnya, gua buat film ini hanya
untuk mendapatkan penghargaan film terbaik. Okey. Karena gua pikir, begitu gua
dapat penghargaan itu cita-cita gua sebagai sutradara gua anggap lunas! Gua
pengennya buat film superhero. Anis ngasih masukan gua buat film tentang
kehidupan karena mengingat tahun kemarin film terbaik dimenangkan oleh kelompok
yang membuat film tentang kehidupan juga.
Trus gua ngasih masukan deh, gimana
kalo film-nya kayak MV Dewi Lestari yang judulnya malaikat juga tahu. Entar
yang jadi idiotnya Aziz, yang jadi wanita cantiknya tancik. Tapi ya gitu
resikonya, banyak yang nggak main di film ini.
Ayolah... ini film pertama sekaligus
film terakhir kita ngampus. Harusnya semuanya bisa muncul dong.
9.
Film Jomblo? Eh Gua Jomblo lho!!!!
And begitu gua ngasih masukan tentang
buat film Jomblo beserta gambaran scene2 yang ada, mereka langsung setuju. Gila
gaes. Film Jomblo, sutradaranya juga Jomblo. Aneh nggak sih??? Ya udalah,
pengorbanan. Demi film gua rela kok jadi bully-an. Ya meskipun adanya sedikit harapan, semoga
setelah film ini di putar ada cowok fakultas yang tertarik dengan gua.
JIAAAHHH!!!!
10.
Kamera antri!!!
Oh May God Oh My God. Tampaknya gua
harus bener-bener sadar kalo kampus yang gua tempati ini nggak setenar kampus
UNAIR atau nggak secanggih kampus ITS. But it’s okey, kadang sesuatu yang baik
belum tentu baik bagi kita bukan? Aku sendiri menganggap kampus ini sebagai
kampus Laskar Pelangi. Karena Gua tahu akan ada anak-anak didikan Pak Iib
ataupun Pak Mustofa yang nantinya bakal mengharumkan nama lembaga ini.
Untuk soal kamera, gua harus
mondar-mandir kesana kemari, naik turun tangga demi ngambil kamera dan
alat-alatnya. Untungnya ada Trisna yang ikut memikul tanggung jawab. Semua
kelompok gua itu emang anjrrriiittt... nggak mau di ajak kesana kemari. Emang
Trisna joss deh, hatinya kayak bidadari.
11.
Syuting di sekitar kampus?? No Way!!!
Sebagai sutradara gua juga mikir apa
yang terbaik buat pemain-pemain gua bukan. Jadinya gua ngasih shoot syuting di
kampus aja. Nyatanya para artis-artis yang belum tentu jadi artis ini menolak
mentah2. Gua sih setengah terharu dengan mereka. Ternyata bukan Cuma gua yang
menginginkan yang terbaik buat film ini. Teman sekelompok juga.
10. Welcome Andre
10. Welcome Andre
Ada sedikit menyedihkan dari kisah
Andre disini. Ya gitu deh, dia ditinggalin semua kelompoknya. Kata salah satu
kelompoknya “Udah cukup gua mau kelompokan drama sama Andre, tapi kalo film
tetep kelompokan, gua gak kuatt!!!
Hahahaha gue tertawa guling2.
Trus, pas gua ambil kamera, gua kan
bingung tuh, cara ngutak-atiknya. Apalagi soal syuting gua kan belum canggih.
Trus gua panggil Andre. Hasilnya cukup membantu.
Sampai akhirnya, Anis menawarkan
jackpot buat andre, “Masuk ke kelompok kita aja, jadi kameramen. Mau??”
Andre sok malu-malu kucing
mendengarnya. Sampai akhirnya diiyain aja yah. Agak jauh dari perkiraan deh,
gua kan pengennya dia nangis-nangis terharu terus sujud di kaki gua “Terima
kasih Rhifa... Terima kasih telah menampungku masuk di kelompok favorit ini.
Sejujurnya aku nggak tahu harus membalasmu dengan apa? Huahahaha
*Nyatanya itu hanya ada dalam
khayalan gua.
12.
Waiting Aziz.
Sebenarnya gua juga termasuk
sutradara pengertian da sabar. Namun semua itu ada batasnya bukan? Aziz itu
malah mempersulit kita. Sebenernya gua tahu dia berbakat. Gua juga mau njadiin
dia tokoh utama. Tapi ya gitu, orangnya nggak bisa di ajak kompromi. Pengennya
jadwal syuting kita menyesuaikan dengan jadwalnya? Hello... emang ada yah?
Sutradara nurutin artisnya? Artis kali yang musti murut sama sutradara. Lagian
ini juga bukan keputusan gua sendiri, Ini keputusan bersama.
Sampai akhirnya syting film Jomblo
Sapien 30-12-2015 tetap dilangsungkan tanpa Si Bojez itu.
13.
Dari telaga bandung, Perpustakaan kota sampai KFC Lamongan
Itu adalah lokasi syuting kita. Sedikit bondo bukan? Setibanya di KFC, gua
sangat berterima kasih sekali kepada Enis yang mau nraktir float buat semuanya.
Ya meskipun gua tahu itu balasan karena gua mau nampung elo. Hehehehe
enggak-enggak Nis, bercanda.
14.
Appreation Night
Sebenarnya ini malam yang ku
tunggu-tunggu. Malam dag dig der DAIA!!! Sebelum film itu diputar, kita mau
main drama dulu. Gua gak akan cerita drama disini, karena fokus gua hanya cuma
film. Yang jelas, drama kita jalanin dengan baik. Yaiyalah, nggak sia-sia kita
latihan setiap hari. Nggak sia-sia gua ngatur para pemain seperti yang gua
inginkan sampai gua pernah debat sama Bagus segala lho. Pokoknya drama gue eh
kita Daebak banget deh, Bagus. Bikin penonton ataupun juri-juri tertawa. BTW
judul drama kita adalah Suami takut Istri. Bagus pokoknya Cuma gua nggak punya
rekamannya.
15.
Kapan di putar? Gua nggak sabar terkenal!
Well. Sebenarnya tujuan gua bikin
film bukannya untuk cari sensasi semata. Gua Cuma pengen diakui kok, kalo
seorang Rhifaery itu dapat diakui dalam bidang film. Itu aja, nggak lebih. Tapi
kapan dong?
16.
Lebih dari 7menit di CUT!
Drekkk... seandainya jantung gua
nggak sekuat ini, gua pasti udah serangan jantung. Beapa durasi film gua. Itu
10 menit. Cuma lebih 3 menit doang. Padahal di film yang pertama itu lebih dari
7 menit kok diterusin?
17.
Jreng Jreng Jreng Film Gua... Oh Tolonglah... ,
kalian kejaaammmm....!!!!
Dan waktu film gua diputar,
Benar-benar nggak ada masalah. Semua penonton menikmati. Semua penonton sedikit
memuji tapi hati gua ini yang dag dig dug nggak berdaya. Gua takut di cut,
sumpah gua takut di cut. Jika film gua bener di cut perjuangan dan pengorbanan
gua bakal sia-sia. Perjuangan gua belajar Pinnacle, perjuangan gua bolak balik
nyari kamera, perjuangan gua cari cari lokasi... Ya tuhan aku nggak bisa
bayangkan!!!
Dan film gua pun beneran di CUT!
Ya tuhan, teganya mereka??? Padahal
hampir ending lho. Teganya... Gua nagis jreng!
18.
Biang kerok = AJI
Aji! Dia biang keroknya. Gua bisa
denger dia ngomong-ngomong cut dia akhir sebelum film gua di cut. Ya gua tahu
itu suara Aji. Emang sialan kan tuh cowok. Gua tahu kalau sebenarnya kita dari
dulu itu rival. Dia yang minta aplikasi pinacle ke gua, minta ajarin gua gimana
cara menggunakannya, tapi disaat film dia diputar secara tuntas dan film gua
enggak, sumpah gua ngamuk banget.
19.
AJI GUA SUMPAHIN GAK LAKUUUU!!!!
Entah jin apa yang merasuk di kepala
gua, gua bener-benar ngamuk ke dia waktu itu. Bersama Anis, gua tungguin tuh Si
Aji sampai keluar dari ruangan. Begitu dia keluar, gua teriak-teriak kayak
orang kesurupan. Gua lemparin sandal. Sama Anis juga. Anehnya dia nggak ada
usaha untuk ngelawan. Dia Cuma bilang emang film gua pentes untuk di cut.
Sialan banget nggak sih? Sampai Aji
turun tangga pun gua ikutin dia. Gua lempar dia sama balon air
(untungnyanggakkena) Nggak tahu gimana wajah gua saat itu. Sampai akhirnya Vita
dan Maula ikut ikut bantu gua ngedamprat Aji.
Sedikit note, gua terharu bgt sama
mereka bertiga. Anis, Vita, Maula. Menurut gua mereka itu temen2 yang care
banget sama gua. Saat gua suka sama seseorang, Jaya namanya. Mereka turut
ngebantu. Saat gua nggak suka sama seseorang, Maura namanya itu soalnya dia
deket2 Jaya, mereka juga ikut2an nggak suka. Dan saat gua ngamuk ke Aji, mereka
juga ikut2an ngamuk ke dia.
Dan kalian harus tahu style ngamuknya
Vita, Nggak akan gua ceritain disini soalnya Vita ngamuknya pake konotasi
berbau sexual hahaha. Ya mungkin Cuma Aji yang tahu.
20.
AZIZ BRENGSEK!!!!
Kenapa gua katain Aziz brengsek
disini, karena Aziz memang cowok brengsek. Gimana yah, dia itu kelompok gua,
tapi pas waktu film kita di cut, dia sama sekali nggak memberi pembelaan.
Memangnya apa sih kekurangan gua? Saat
dia nggak bisa syuting, gua pun masih nyempat-nyempatin cari waktu buat
berpatisipasi di film. Ya setelahnya gua tahu kalo sebenarnya alasan aziz nggak
bisa syuting adalah karena jalan sama pacarnya. Pas dia nggak bisa latihan
drama gua juga maklumin. Gua juga nggak ngsih tugas dia ngedit ngedit atau apapun
Cuma bikin spanduk doang “Warung Mpok Karti”. Tapi ini balasannya ke gua. Bukan
Cuma gua, tapi ini balasannya ke kelompoknya sendiri.
Dan Aziz itu orangnya... Iya gua tahu
dia emang aktifis, tapi saat ngelihat gua atau teman2 gua (anis vita maula dll)
dibully teman sesama aktifisnya, dia itu nggak bela gua. Tapi ikut-ikutan bully
gua. Sialan banget nggak tuh. Beneran gua benci elu ajisssss sampeeekkk
matiii!!!!!
21.
Nangis darah...
Gua nggak sanggup nahan air mata gua
saat itu juga. Begitupun juga Anis. Kita nangis sama-sama. Sama Vita sama Maula
juga. Maula itu yah, walaupun bukan kelompok gua tapi dia itu care sama
kita-kita. Dan sedikit pemberitahuan, bahwa semua film dari kelas gua ternyata
di cut semua. Filmnya mbak Nia, film-nya Okky. Tapi wajar sih, filmnya mbak Nia
itu durasinya sampai 15 menit sedangkan filmnya Okky itu nggak jelas sama kayak
orangnya. Dan gua bete’nya, itu temen2 sekelompok gua nggak ada yang bela gua.
Nggak ada yang ikut ngamuk ke Aji gitu lho kayak yang gua lakuin. Jadi yah gitu,
gua ngerasa kalo mereka menyalahkan gua... hikkss
22.
Mr Rodi yang salah brooo...
Sampai gua di kosnya Isma, gua pun
dikasih tahu temen2 lainnya ternyata yang nyryh cut itu Pak Rodi sendiri bukan
Ajiii.... (ketahuanmalunyadimana) Anjrrriit Anjjrrritt Anjrrriittt... gua malu
banget saat itu. Ya ampun Aji, gua udah ngamuk2 nggak jelas ke dia, ternyata
yang nge cut Pak Rodi sendiri. Anjrrrittt anjrrriittt anjrrriittt.. But wait.
Aji juga salah. Kenapa dia punya mulut kok ember banget. Coba dia nggak ngomong
cut, pakRodi juga gak bakalan nge-cut film. Iya kan... iya kaaannn??? Dan Ajis
juga, dia itu ada di depan pas filmnya diputar, trus kenapa dia nggak bertindak
apapun? Kan bisa filmnya itu dicepetin sedikit sebelum di cut! Aissshhh Pak
Rodi gua bener-bener benci guru itu. Ya emang sih, kita nggak boleh benci guru
nanti ilmunya gak bermanfaat. Tapi kenapa harus film sihhh paaakkk???? Dia kan
tahu film itu hidupku? Sutradara itu cita-citaku? Pak Rodi tahu itu karena aku
dulunya emang cerita. Dan seketika itu keakraban yg aku jalin bersama Pak Rodi
runtuh di tengah jalan. Mr Rodi, gua benci eluuuu....
23.
Award??? Kita dapet nggak yah??
Anis terus terusan ngomong kalo kita
nggak mungkin dapat award karena film gua yang dipotong. Tapi gua nggak yakin,
gua pasti dapet. Iya mungkin editing terbaik karena gua perhatiin editan gua
yang paling bagus. Tapi Anis tetap ngotot nggak bakal dapat. Kalo Vita, dia
yakin pasti dapet award tapi bukan di film, di drama. Aku pikir juga gitu sih,
drama gua kan bagus.
24.
Ada Aji Ada Aji. Gua pengen sembunyi!!!!
Ada Aji disana. Aduh gua malu banget.
Gua udah niat kalo gua dapet award gua akan minta maaf dihadapan orang banyak.
Gitu. Kan keren tuh, gua nggak perlu malu soalnya kan dapat award. Tapi
masalahnya gua dapat nggak???
25.
Olala Gua dapet award Olalalaa....
Iya beneran gua dapat award. Waktu
judul drama gua disebutin sebagai sutradara terbaik gua seneng banget tak
terkira. Gya jingkrak jingkrak di tempat sambil teriak-teriak tak terkira.
Sampai Pak Iib tertawa. Hahaha PaK Iib itu guru terbaikku beda jauhhhh sama Pak
Rodi! But wait? Kenapa sutradara drama. Gua pengennya sutradara film? Tapi
nggak papa yang penting sutradara.
Dan Aziz juga dapet predikat aktor
terbaik. Aissshhh nyebelin. Bua pengennya aktor terbaik itu diraih Vita bukan
Ajiz. Itu jurinya ngantuk kali. Trusss film,
pada tahu kan kalo film gua di cut, itu ternyata malah dapaet penyunting
terbaik. Iya, jadi si Andre yang dapet. Nggak papa deh. Andre emang
keberuntungan kita hehehe.
26.
Aziz nggak pantes dapet piala!!!
Disaat gua seneng2nya sama teman2
gua, aziz dan aji cs juga pada seneng2 sama komunitasnya. Ih nyebelinnn.... Dan
gua lihat raut wajahnya Aji itu seneng banget. Ya iyalah, filmnya Aji juga
dapat award banyak, udah gitu dia dideketin wanita pujaannya. Nggak tahu kenapa
ngelihat mereka bahagia itu bikin gua muak. Gua pengen mereka menderitaaaaa....
Soal gua yang minta maaf sama Aji,
itu nggak jadi, soalnya nggak dikasih kesempatan buat ngomong sih? Dan pada
waktu Ajiz lengah, gua Vita Anis nyolong tuh piala! Enak aja, pialanya mau di
pajang di HMJ. Emang dia dapat penghargaan itu karena siapa?? Emang sih 50%
karena kemampuannya dan 50% juga atas jasa gua. Gua...!!! Dan dia nggak
sempat2nya bilang terima kasih ke gua. Aissshhhh Ajis i hate you forever after
e long long long timeeee....
27.
Dan kitapun berpesta.
Sebuah perayaan besrapun dirayakan.
Btw kita merayakannya dengan apa? Nonton bokep hahahahah. But wait bukan gua
yang nonton. Tapi Vita tuh. Dia nonton bokep yang dikasih Ajiz. Dia nontonnya
sampai shubuh hahaha. Emang Vita dan Ajiz itu sama-sama yadong. Besoknya kita
bener2 berpesta, pesta mie. Kita seneng banget. Maula walaupun nggak dapet
penghargaan dia juga seneng. Aduh temen2ku. Aku ingin memeluk mereka.
28.
Ada Aji lagi.... Aissshhh bodoh amat!!
Iya bodoh amat? Emang siapa dia? Kim
Jongin? Kai EXO? Personil EXO??? Dia bukan siapa2 rhifa kenapa takut. Toh
antara aku dan Aji juga sama2 dapat penghargaan. Berarti kita impas. Tapi gua
ketemu Aji itu bukannya sok cuek. Gua juga tahu kalo gua pernah salah ke dia.
Udah ngamuk-ngamuk dia di tempat umum. Hahaha nggak usah dibahas. Langsung deh
gua beli botol minuman. Gua kasih surat “maaf ji” dan gua kirim ke dia untuk
diminum. Agak so sweeettt bukan. Itu tuh cara Korea ji buat minta maaf. Elu sih
nggak bakal ngerti. Bodoh amat elo maafin gua atau enggak. Yang jelas, wanita
berkelas menurut gua itu wanita yang berani minta maaf jika dia salah. Bener
kan???
29.
Dan mimpi gua pun lunas.
Dan gua nganggap mimpi gua sebagai
sutradara sudah lunas. Meskipun gua gagal jadi sutradara film, tapi gua kan
berhasil menyandang prediket sutradara drama. Gua tahu aja, m=ngerahi cita-cita
jadi sutradara itu nggak gampang. Apalagi dengan keadaan gua yang seperti ini,
duit gua, kampus gua, udah gua nggak mau berharap. Cita-cita gua udah LUNAS.
Dan hubungan gua Aji dan Ajis udah
kayak musuh sekarang. Gua ngerasa malu melihat dia, tapi juga marah. Udalah gua
jalanin aja apa yang ada. Jika dulu kita semua berteman akrab, tidak untuk
sekarang. Sedikit tambahan aja, Aji itu satu2nya temen yang klop buat gua. Dia
penyuka aliran sastra yang sama dengan gua, film juga. Trus kalo ngomongin
Korea sama Aji itu nyambung banget.
Tapi emang bukan dia satu2nya teman
yang baik sama gua. Ada Vita Anis Maula juga sekarang. Dengan kejadian ini gua
jadi ngerti kalo mereka itu bener2 sahabat. Iya mereka sahabat gu, dan gua
merasa beruntunggg banget memiliki mereka.
Vita, Gua sama Anis merayakan kemenangan
Vita pegang pialanya ajiz, Anis pegang pialanya Andre dan gua pegang piala sendiri
Yeah! I'M A WINNERR!!!
30.
But wait wait wait.... Gua kok tetap Jomblo





0 komentar:
Posting Komentar