9 September 2016
Yeah... ini adalah babak
baru dalam sejarah perjalanan hidupku. Layaknya singa yang dilepas dari
kandangnya bukan berarti ia bisa terbebas seutuhnya, kecuali dia harus waspada
akan adanya pemburu yang mungkin saja memangsanya. Seperti itulah arti KKN ini
bagiku. Semuanya serba baru. Dunia baru,teman baru, runtinitas baru juga
kehidupan baru.
9 Agustus 2016,
saat aku dilepas saat itulah aku paham bahwa kehidupan memang tak semulus paha
SNSD atau artis K-POP favoritku. Aku memang terbiasa menghabiskan waktu di
rumah dengan kamar juga tumpukan novel yang menjadi favoritku. Tapi tahukah kamu
bahwa menjadi seorang tokoh tidaklah mudah. Terutama jika kita tidak mengetahui
bagaimana ending cerita yang kita mainkan.
Ya, cukup melegakan
jika kita tidak sendirian menjadi tokoh. Tokoh memang tak selalu sendirian. Ada
protagonis juga antagonis. Seperti yang kutulis selanjutnya.
1. 1. Anang Ma’ruf Firmansyah

Seorang
Kordus (Koordinator Dusun) sekaligus leader yang baik. Tentu penilaianku ini
masih bersifat subyektif karena satu bulan tidaklah cukup untuk benar-benar
mengenal seseorang. Namun harus kuakui, tanpa orang ini kelompok kita tidak
akan bisa melakukan apa-apa.
2. 2. Liizah Irna Fatayatin

Seorang
yang humoris dan bisa mencairkan suasana. Seorang teman semasa SMA yang
ditakdirkan lagi bersamaku. Bukankah itu keberuntungan yang real? Tanpa dia
pengalaman KKN ini tidaklah semenarik ini. Juga aku bukanlah apa-apa tanpa
seorang Izzah.
3. 3. Wiwik Khumairoh

Seseorang
yang bisa diandalkan. Mungkin karena sikapnya juga kebiasaan disiplin membuat
kita lekas-lekas sadar bahwa kita disini untuk belajar bukan liburan hehehe. Saat
kau berada disekumpulan keledai dan menemukan sebuah kuda, disitulah arti dia
untuk kita.
4. 4. I ndriani Agustina

Sang kepala dapur. Tanpa dia
mungkin kita sudahkelaparan
dan pulang dalam keadaan mengenaskan. Seseorang yang sangat berguna,
karena jarak rumahnya yang
dekat dengan posko kita. Berkatnya kita bisa makan enak walaupun dengan lauk sederhana.
5. 4. Muhammad Zahroddin
Azhar

Seorang yang biasa disuruh untuk
pekerjaan yang memang dilakukan
seorang pria. Sangat peduli pada kita meskipun
sikapnya itu tidak dia tunjukkan.
6. 6. Siti Faridatul Ma’rifah (me)

Seorang
pelengkap yang tidak mengharapkan apapun kecuali pengalaman yang berbeda dari
kehidupan normalnya.
Seseorang mungkin akan membaca tulisan ini melalui sudut
pandangku. Tolong jangan bertanya lagi untuk apa aku menulis sebanyak ini
karena aku akan menjawabnya sekarang. Jawaban pertama, mungkin karena aku suka
menulis. Jawaban kedua karena ini adalah pengalaman berharga yang tidak semua
orang bisa merasakannya. Untuk jawaban terakhir mungkin akan sedikit muluk
karena aku berharap cerita ini akan menjadi sejarah. Like history from EXO!

Beberapa istilah KKN yang
sudah kudengar dikalangan mahasiswa seperti contoh Kuliah Kerja Nyantai (khusus
yang kerjanya Cuma tidur-tiduran saja di posko), Kuliah Kerja Nyelfie (khusus
yang gemar mengabadikan setiap moment dengan kamera), Kuliah Kerja Nyepik (khusus cowok yang masih
jelalatan, mata keranjang saat ngelihat teman satu posko yang bening).
Tidak dapat dipungkiri, itu
semua memang benar ada adanya. “Sesuatu yang serius tidak seharusnya dibuat
serius karena itu akan membuat tubuh kurus!” Begitulah kata seorang teman.
Bersamaan itu dilimpahkanlah sebuah bidang pada masing-masing mahasiswa. Anang
memilih pendidikan dan keagamaan, Wiwik memilih perekonomian, Indri memilih
kelembagaan, Azhar mendapat lingkungan, Izzah mendapat hukum dan aku ketiban
sial di bidang kesehatan!
Sekalipun dalam satu kampus
tak ada jurusan ataupun fakultas yang berhubungan dengan kesehatan, aku tak
benar-benar menganggap sial bidang itu. Terutama saat aku tamat drama korea
desecredant of sun. Sebelum kita melaksanaan beberapa progam di bidang yang
berbeda, kita pun sudah berjanji akan saling membantu dalam bidangnya itu.
Bukannya itu baik? Ya , aku cukup bersyukur aku mendapat rekan-rekan yang bisa
diajak kerja sama karena tidak semua sepertiku bukan?
Sebelum kujabarkan secara
langsung, aku akan memberitahukan dimana aku berdomisili. Tepatnya di Dusun
Gowah, Desa Sidodowo, Kecamatan Modo Lamongan. Jika seseorang meninggalkan
pulau Jawa, alangkah baiknya mampir di sini karena suasanannya tak lebih
seperti disini. Aku mengagumi suasananya yang masih asri, hutan-hutan yang
masih terjaga, suara-suara sapi dengan aroma khas juga tata rumah masyarakat
yang tergolong semerawut.
Sekalipun
begitu, tempat ini membuatku berkesan karena kehadiran sosok malaikat yang
begitu baiknya pada kita. Ibu Hj Indah, pemilik posko kita yang menganggap kita
seperti anaknya sendiri. Mengenangnya, membuatku teringat akan kebaikan orang
tuaku yang senantiasa berbuat baik pada setiap orang siapa kelak anak-anaknya
juga mendapat perlakuan baik oleh orang.
Berikut
aku akan menjelaskan beberapa bidang yang telah aku jalani di KKN 2016 ini.
Diantaranya sebagai berikut:
Progam Pendidikan dan Keagamaan
Progam kerja ini dipegang
oleh Anang. Sangat kontras dengan jurusannya sebagai mahasiswa fakultas
keguruan dan ilmu pendidikan bahasa indonesia. Dikarenakan beberapa kegiatannya
yang terlalu banyak, maka kami pun memutuskan berbagi dan saling membantu.
Diantaranya Anang bertugas mengajar di SD sementara Aku, Izzah, Wiwik dan Indri
mendapat jatah untuk mengajar di TPQ.
Bidang Pendidikan adalah
bidang yang paling memberikan pengalaman baru untukku. Diantaranya saya harus
dihadapkan pada anak kecil yang super duper nakal. Selain itu mereka juga jago
dalam hal mengaji melebihiku. Karena kemempuan mereka yang lebih dariku aku pun
terpaksa banting setir menjadi pendongeng ulung. Ya, aku disana bisa dibilang
terkenal dikalangan anak-anak kecil karena dongeng dan kisa nabi-nabi yang aku
tuturkan.
Belum habis kegiatan itu,
malamnya pun kita dituntut untuk mengajar bimbel. Sangat menyusahkan karena di
rumah saya terbiasa dibayar dalam mengajar sementara disini tidak
(tandukmatrenyakeluar) Berikut adalah pic-pict yang berhasil saya abadikan.


Progam Kegiatan Bidang Kesehatan
Tentu
kalian bisa menduga mengapa aku menerima bagian ini? Ya, benar. Tentu saja
karena aku terinspirasi pada Dokter Song dalam film Desecredant of Sun tadi.
Sekalipun aku tak pernah memegang alat suntik atau stetoskop, tak ada salahnya
belajar mengabdi dengan melakukan berbagai sosialisasi kesehatan bukan?
Tepatnya
pada tanggal 14 Agustus 2016. Di awal hari-hari KKN, sebuah panggilan datang
padaku untuk mendampingi posyandu. Tentu aku segera bergegas datang ke rumah
seorang kader posyandu. Setibanya disana, memang belum datang siapun. Kami
disambut oleh penghuni rumah yang ternyata sangat ramah juga asyik.
Selain
itu beliau juga baik. Memberi kita pekerjaan seperti aku dan Wiwik yang bagian
menimbang bayi, Izzah bagian tulis juga Indri yang bagian pemberian vitamin.
Ada bidan di sana yang tugasnya memandu kita.
Check!
Proker pertama terlaksana. Berhubung pada kesempatan yang tepat, aku pun turut
berbincang-bincang mengenai anak-anak ini. Jika kedapatan bahwa anak yang
dibawa itu anak ketiga, keempat dan seterusnya, saya akan bilang “ikut KB yah
buk?”
Benar, menjijikkan bukan? Sungguh aku tak tahu
mengapa bisa secerewet ini. Tapi ini demi proker. Tak peduli beberapa ejekan
dari teman-teman selepas dari kegiatan posyandu itu. Ah, bodoh amat yang
penting satu proker sudah selesai.
Berlanjut
ke proker kedua, mengadakan penyuluhan kesehatan. Sejujurnya aku bukan tipikal
orang yang mudah akrab dengan ibu-ibu masyarakat, terlepas dari cara pikir saya
berbeda. Dibanding dengan mereka saya lebih akrab dengan anak-anak. Yah, i like
children. Itu jugalah yang menjadi alasan mengapa aku mengambil bidang study
pendidikan disini. Masih dihari yang sama, setelah bimbel aku mengumpulkan
beberapa remaja yang beranjak dewasa. Akupun mengasih penyuluhan seputar
narkoba juga seks bebas. Hahaha, aneh bukan, mengapa bidang kesehatan yang
kutahu hanya seputar itu dan itu. Karena memang itlah yang aku tahu.
Kebetulan
di Dusun Gowah juga ada seorang putri yang dipaksa menikah oleh orang tuanya
sebelum lulus SMP. Dari situlah aku mengambarkan, bagaimana kandungannya kelak,
resiko anak yang dilahirkan dan lain-lainnya. Begitu pandai aku bercerita
sampai kusadari mereka semua terpaku mendengar penjelasanku. Ya, semoga saja
apa yang aku sampaikan ini bermanfaat dan bisa menekan seks bebas yang ada di
Indonesia.
Berikut
pict-pict yang diambil seputar kegiatan posyandu.
Ini
adalah salah satu progam milik Indri. Sangat mudah, hanya pendampingan lomba
dan juga pelaksaan lomba di TPQ. Cuma ada sedikit ketidaknyamanan saat para
pemuda berbondong-bondong datang ke posko kami minta dilaksankan lomba. Bisa
tahu maksudku kan, minta dilaksanakan lomba, itu berarti minta sponsor dari
kita para mahasiswa KKN. Ada banyak lomba yang nantinya akan dilombakan
sedangkan budget dana dari kita terbatas terutama karena dana itu terserap oleh
perlombaan anak-anak TPQ nantinya.
Kita pun
akhirnya sepakat bahwa untuk dusun kami hanya mampu menyumbang dua ratus ribu.
Itu hanya untuk lomba. Belum untuk bendera, plang dan lain-lain yang hasilnya
juga kita sendiri yang men sponsori.
Sebenarnya
semua masyarakat Gowah yang sebanyak 200 lebih KK sudah dimintai sumbangan
seiklashnya dan itupun hanya meraup jumlah total 1 juta. Sangat sedikit dari
banyangan kami. Jika satu juta dibagi 200 itupun per KK hanya mampu menyumbang
senilai 5000. Ya tuhan....
Saat
itulah aku menyadari bahwa ekspresi mereka kepada kami sedikit sinis. Ya sudah,
tidak apa-apa aku bukanlah tipe orang yang suka mengungkit suatu yang sudah
terjadi. Untungnya pada perlombaan pertama kita disambut dengan baik. Cukup
baik lebih tepatnya tapi di perlombaan kedua kita sama sekali tak dianggap.
Entah ini sekedar perasaanku atau bukan, tapi aku berpikirnya begitu. Kita sama
sekali tidak diberi kesempatan buat berpartisipasi mengikuti lomba. Hari ketiga
apalagi, kita hanya merekam tidak melakukan apa-apa. Karena perlombaannya menek
jambe.
Untuk perlombaan
TPQ, aku mengakui bahwa ini lebih baik dari perlombaan kampung. Teruatama
karena pesertanya yang sangat exited. Yang agak aku kurang sukai, mereka itu
sukanya seenak jidat. Belum apa-apa saja mereka meminta hadiah yang macam-macam
pada kita. Motor remote lah, barbie yang bisa ngomong lah, tas sekolah lah,
sepatu lah. Apa mereka pikir kita gudang uang. Iya?
Ya sudah,
sebelum habis kesabaranku mari kita lihat beberapa pict yang bisa kuabadikan
dalam moment itu.
Progam Kegiatan Bidang Lingkungan
Ini adalah salah satu dari
progamnya Azhar. Apa yang dia lakukan, tentu saja kerja bakti juga memasang
plang papan nama RT atau kepala Dusun. Sejujurnya progam inilah yang menguras
lebih banyak dana dibanding progam yang lain. Ada enam RT lengkap dengan kepala
dusun juga kepala desa di dalamnya. Otomatis kita harus membuat delapan plang
papan nama. Selain itu sebelum hari agustus berlalu kita juga memasang bendera
untuk pengembangan lingkungan.
Berikut adalah beberapa gambar
yang berhasil diabadikan.
Progam Kegiatan Bidang Hukum
Ini
adalah progam yang paling lama untuk dilaksanakan. Pemegangnya tentu saja
Liizah Irna Fatayatin yang orangnya mempunyai sifat positif, ya katakanlah
terlalu nyantai. Untungnya ada Mas Yon. Mas Yon ini salah satu Kaur bagian
Keuangan Desa yang sangat baik sekali pada kami. Tepatnya pada hari senin 4
September 2016, Mas Yon datang ke Posko dan meminta Izzah nganterin orang yang
mau ngurus KTP di Kecamatan. Dengan langkah seribu kuda, dia menarikku langsung
ke kecamatan mengejar orang itu. Dengan dampingan Mas Yon, ditampinginya orang
itu mengurus KTP, memberi tahu akan pentingnya KTP juga dan aku ketiban sial
harus banting setir jadi fotografernya dia. Ini dia beberapa gambar yang
berhasil kuabadikan dengan kamera Evercoss A75
Progam Kegiatan Bidang Ekonomi
Salah satu bidang yang
dipegang oleh Wiwik. Kami memilih untuk membuat kerajinan dari kain flanel
setelah sebelumnya kita gagal membuat keripik tembe dan cimol. Ya, pada
dasarnya kita semua payah dalam hal memasak. Selain itu memasak juga
membutuhkan banyak modal.
Dengan begitu kita seoakat
menggunakan kerajinan kain flanel dengan bahan proker kami dengan sasaran
remaja permepuan dan Ibu-ibu yang bersedia ikut kami terima dengan tangan
terbuka.
Monggo dilihat fto-fotonya.
Beberapa
fakta random KKN 2016 di Dusun Gowah Sidodowo, Modo, Lamongan.
- Saat kelompok lain bermasalah dengan kekompakan dan makanan sehari-hari mereka, kelompok ini malah membangun kekompakan dengan makan. Maksudnya kita makan selalu pakai talam. Memiliki jadwal masak juga piket harus dipatuhi semua.
- Hari-hari pertama kita makan engseng melulu. Itu karena masing-masing dari kita malas masak.
- Diantara semua anggota perempuan, aku adalah yang paling buruk dalam hal masak dan bangun tidur.
- Anang adalah yang paling gatel diantara semuanya. Menganut paham KKN sebagai Kuliah Kerja Nyepik.
- Izzah adalah yang paling jorok. Kalau makan selalu berceceran, membuang cutton bud sembarangan juga yang paling doyan ngentut.
- Kalo Wiwik yang jadi idola disini gara-gara kulitnya yang putih kayak Kate Winslet. Beneran, makannya aku suka minder kalau di dekatnya dan lebih nyaman sama Izzah.
- Yang jadi idola anak-anak adalah Aku, Anang dan Wiwik. Izzah malah dipanggil anak-anak monster karena sempat ada kejadian dia memarahi salah satu anak karena nggak bisa mtk. Jadinya dia dipanggil anak-anak monster. Lucu banget....
- Kita biasa tidur di atas jam sepuluh.
- Yang paling banyak tingkah kalo tidur adalah Wiwik. Sering aku yang ngalah buat tidur di bawah. Tapi akhir-akhir ini, Izzah nemani aku tidur di luar. Lebih leluasa jadinya.
- Izzah paling doyan buang air besar. Dia nyebutnya klimaks.
- Aku pernah musuhan sama Anang selama dua hari karena dia buka diaryku tanpa izin dan membaca rahasia terbesarku. Tapi sekarang semua orang sudah tahu rahasia itu. Emang sulit menyembunyikan apapun dari mereka.
- Yang paling malas cuci baju adalah aku.
- Yang paling malas cuci piring juga aku.
- Azhar yang paling adem ayem di rumah. Dia jarang ngajar juga nggak setiap hari ngajar TPQ. Aduh damai banget nih hidupnya Azhar.
- Yang paling sering pulang adalah Indri, maklum rumahnya dekat, kedua Anang, Izzah, Wiwik, Azhar dan aku yang dalam sebulan Cuma pulang satu kali.
- Saat perpisahan TPQ aku ingin nangis, tapi tertawa gegara Izzah yang nyanyi-nyanyi gak jelas hahaha
- Biasanya di waktu senggang aku dan Izzah bermain ukulele dengan lagu favorit, pujaan hati.
- Yang paling rese Indri. Dia sengaja ngerekam vidioku nyanyi kayak orang gila dan akhirnya aku dijadikan pembullyan KKN satu desa.
- Sejujurnya kita bisa dibilang cukup berbaur dengan masyarakat. Terlebih lagi dengan anak kecilnya.
- Awal pertama KKN, kita sholatnya rajin banget, tahajud segala tapi seiring waktu kita jadi males dan keburukan masing-masing anggota terbuka dengan sendirinya.
Aku rasa pengalaman KKN tidaklah
seburuk yang aku kira. Ya, banyak teman-temanku diluar sana yang tidak
seberuntung diriku, mengalami masalah dari sisi internal maupun eksternal.
Seperti contoh temanku Anis, yang dalam kelompoknya masih saja mengenal istilah
gank, Vita yang sempat diusir lima kali karna masalah tempat tinggal, Maula
yang tidak suka dengan perbuatan rekannya sedangkan Ria yang terpaksa jadi obat
nyamuk diantara dua pasangan se-posko lainnya. Ya, syukurlah dalam posko-ko
tidak ada istilah cinlok karena kami pun juga sudah mengenal pribadi
masing-masing rekan sekaligus sifat negatifnya. Hahaha.
Sekian tulisanku mengenai
pengalaman KKN ini. Aku yakin setiap orang pasti punya pengalaman tersendiri
dan mengenangkan. Tapi bagiku pengalaman menarik dan sekali seumur hidup ini
harus ditulis dan kalau perlu dibuat sejarah. Like History from EXO.













0 komentar:
Posting Komentar