Jumat, 28 Oktober 2016

History of My Life



9 September 2016
Yeah... ini adalah babak baru dalam sejarah perjalanan hidupku. Layaknya singa yang dilepas dari kandangnya bukan berarti ia bisa terbebas seutuhnya, kecuali dia harus waspada akan adanya pemburu yang mungkin saja memangsanya. Seperti itulah arti KKN ini bagiku. Semuanya serba baru. Dunia baru,teman baru, runtinitas baru juga kehidupan baru. 

9 Agustus 2016, saat aku dilepas saat itulah aku paham bahwa kehidupan memang tak semulus paha SNSD atau artis K-POP favoritku. Aku memang terbiasa menghabiskan waktu di rumah dengan kamar juga tumpukan novel  yang menjadi favoritku. Tapi tahukah kamu bahwa menjadi seorang tokoh tidaklah mudah. Terutama jika kita tidak mengetahui bagaimana ending cerita yang kita mainkan.

Ya, cukup melegakan jika kita tidak sendirian menjadi tokoh. Tokoh memang tak selalu sendirian. Ada protagonis juga antagonis. Seperti yang kutulis selanjutnya.
1.      1.  Anang Ma’ruf Firmansyah



 

 Seorang Kordus (Koordinator Dusun) sekaligus leader yang baik. Tentu penilaianku ini masih bersifat subyektif karena satu bulan tidaklah cukup untuk benar-benar mengenal seseorang. Namun harus kuakui, tanpa orang ini kelompok kita tidak akan bisa melakukan apa-apa.

2.    2.    Liizah Irna Fatayatin



 

 Seorang yang humoris dan bisa mencairkan suasana. Seorang teman semasa SMA yang ditakdirkan lagi bersamaku. Bukankah itu keberuntungan yang real? Tanpa dia pengalaman KKN ini tidaklah semenarik ini. Juga aku bukanlah apa-apa tanpa seorang Izzah.

3.     3.   Wiwik Khumairoh









Seseorang yang bisa diandalkan. Mungkin karena sikapnya juga kebiasaan disiplin membuat kita lekas-lekas sadar bahwa kita disini untuk belajar bukan liburan hehehe. Saat kau berada disekumpulan keledai dan menemukan sebuah kuda, disitulah arti dia untuk kita.

4.    4.   I ndriani Agustina




   Sang kepala dapur. Tanpa dia mungkin kita sudahkelaparan dan pulang dalam keadaan mengenaskan.       Seseorang yang sangat berguna, karena jarak rumahnya yang dekat dengan posko kita. Berkatnya kita bisa makan enak walaupun dengan lauk sederhana.

5.       4. Muhammad Zahroddin Azhar



                Seorang yang biasa disuruh untuk pekerjaan yang  memang dilakukan seorang pria. Sangat peduli pada kita   meskipun sikapnya itu tidak dia tunjukkan. 

6.       6. Siti Faridatul Ma’rifah  (me)



 

Seorang pelengkap yang tidak mengharapkan apapun kecuali pengalaman yang berbeda dari kehidupan normalnya.


   Seseorang mungkin akan membaca tulisan ini melalui sudut pandangku. Tolong jangan bertanya lagi untuk apa aku menulis sebanyak ini karena aku akan menjawabnya sekarang. Jawaban pertama, mungkin karena aku suka menulis. Jawaban kedua karena ini adalah pengalaman berharga yang tidak semua orang bisa merasakannya. Untuk jawaban terakhir mungkin akan sedikit muluk karena aku berharap cerita ini akan menjadi sejarah. Like history from EXO!



Beberapa istilah KKN yang sudah kudengar dikalangan mahasiswa seperti contoh Kuliah Kerja Nyantai (khusus yang kerjanya Cuma tidur-tiduran saja di posko), Kuliah Kerja Nyelfie (khusus yang gemar mengabadikan setiap moment dengan kamera),  Kuliah Kerja Nyepik (khusus cowok yang masih jelalatan, mata keranjang saat ngelihat teman satu posko yang bening).

Tidak dapat dipungkiri, itu semua memang benar ada adanya. “Sesuatu yang serius tidak seharusnya dibuat serius karena itu akan membuat tubuh kurus!” Begitulah kata seorang teman. Bersamaan itu dilimpahkanlah sebuah bidang pada masing-masing mahasiswa. Anang memilih pendidikan dan keagamaan, Wiwik memilih perekonomian, Indri memilih kelembagaan, Azhar mendapat lingkungan, Izzah mendapat hukum dan aku ketiban sial di bidang kesehatan!

Sekalipun dalam satu kampus tak ada jurusan ataupun fakultas yang berhubungan dengan kesehatan, aku tak benar-benar menganggap sial bidang itu. Terutama saat aku tamat drama korea desecredant of sun. Sebelum kita melaksanaan beberapa progam di bidang yang berbeda, kita pun sudah berjanji akan saling membantu dalam bidangnya itu. Bukannya itu baik? Ya , aku cukup bersyukur aku mendapat rekan-rekan yang bisa diajak kerja sama karena tidak semua sepertiku bukan?



Sebelum kujabarkan secara langsung, aku akan memberitahukan dimana aku berdomisili. Tepatnya di Dusun Gowah, Desa Sidodowo, Kecamatan Modo Lamongan. Jika seseorang meninggalkan pulau Jawa, alangkah baiknya mampir di sini karena suasanannya tak lebih seperti disini. Aku mengagumi suasananya yang masih asri, hutan-hutan yang masih terjaga, suara-suara sapi dengan aroma khas juga tata rumah masyarakat yang tergolong semerawut.



                Sekalipun begitu, tempat ini membuatku berkesan karena kehadiran sosok malaikat yang begitu baiknya pada kita. Ibu Hj Indah, pemilik posko kita yang menganggap kita seperti anaknya sendiri. Mengenangnya, membuatku teringat akan kebaikan orang tuaku yang senantiasa berbuat baik pada setiap orang siapa kelak anak-anaknya juga mendapat perlakuan baik oleh orang.



                Berikut aku akan menjelaskan beberapa bidang yang telah aku jalani di KKN 2016 ini. Diantaranya sebagai berikut:



Progam Pendidikan dan Keagamaan

Progam kerja ini dipegang oleh Anang. Sangat kontras dengan jurusannya sebagai mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan bahasa indonesia. Dikarenakan beberapa kegiatannya yang terlalu banyak, maka kami pun memutuskan berbagi dan saling membantu. Diantaranya Anang bertugas mengajar di SD sementara Aku, Izzah, Wiwik dan Indri mendapat jatah untuk mengajar di TPQ.

Bidang Pendidikan adalah bidang yang paling memberikan pengalaman baru untukku. Diantaranya saya harus dihadapkan pada anak kecil yang super duper nakal. Selain itu mereka juga jago dalam hal mengaji melebihiku. Karena kemempuan mereka yang lebih dariku aku pun terpaksa banting setir menjadi pendongeng ulung. Ya, aku disana bisa dibilang terkenal dikalangan anak-anak kecil karena dongeng dan kisa nabi-nabi yang aku tuturkan.

Belum habis kegiatan itu, malamnya pun kita dituntut untuk mengajar bimbel. Sangat menyusahkan karena di rumah saya terbiasa dibayar dalam mengajar sementara disini tidak (tandukmatrenyakeluar) Berikut adalah pic-pict yang berhasil saya abadikan.






Progam Kegiatan Bidang Kesehatan

Tentu kalian bisa menduga mengapa aku menerima bagian ini? Ya, benar. Tentu saja karena aku terinspirasi pada Dokter Song dalam film Desecredant of Sun tadi. Sekalipun aku tak pernah memegang alat suntik atau stetoskop, tak ada salahnya belajar mengabdi dengan melakukan berbagai sosialisasi kesehatan bukan?

Tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2016. Di awal hari-hari KKN, sebuah panggilan datang padaku untuk mendampingi posyandu. Tentu aku segera bergegas datang ke rumah seorang kader posyandu. Setibanya disana, memang belum datang siapun. Kami disambut oleh penghuni rumah yang ternyata sangat ramah juga asyik.

Selain itu beliau juga baik. Memberi kita pekerjaan seperti aku dan Wiwik yang bagian menimbang bayi, Izzah bagian tulis juga Indri yang bagian pemberian vitamin. Ada bidan di sana yang tugasnya memandu kita.

Check! Proker pertama terlaksana. Berhubung pada kesempatan yang tepat, aku pun turut berbincang-bincang mengenai anak-anak ini. Jika kedapatan bahwa anak yang dibawa itu anak ketiga, keempat dan seterusnya, saya akan bilang “ikut KB yah buk?”

 Benar, menjijikkan bukan? Sungguh aku tak tahu mengapa bisa secerewet ini. Tapi ini demi proker. Tak peduli beberapa ejekan dari teman-teman selepas dari kegiatan posyandu itu. Ah, bodoh amat yang penting satu proker sudah selesai.

Berlanjut ke proker kedua, mengadakan penyuluhan kesehatan. Sejujurnya aku bukan tipikal orang yang mudah akrab dengan ibu-ibu masyarakat, terlepas dari cara pikir saya berbeda. Dibanding dengan mereka saya lebih akrab dengan anak-anak. Yah, i like children. Itu jugalah yang menjadi alasan mengapa aku mengambil bidang study pendidikan disini. Masih dihari yang sama, setelah bimbel aku mengumpulkan beberapa remaja yang beranjak dewasa. Akupun mengasih penyuluhan seputar narkoba juga seks bebas. Hahaha, aneh bukan, mengapa bidang kesehatan yang kutahu hanya seputar itu dan itu. Karena memang itlah yang aku tahu.

Kebetulan di Dusun Gowah juga ada seorang putri yang dipaksa menikah oleh orang tuanya sebelum lulus SMP. Dari situlah aku mengambarkan, bagaimana kandungannya kelak, resiko anak yang dilahirkan dan lain-lainnya. Begitu pandai aku bercerita sampai kusadari mereka semua terpaku mendengar penjelasanku. Ya, semoga saja apa yang aku sampaikan ini bermanfaat dan bisa menekan seks bebas yang ada di Indonesia.

Berikut pict-pict yang diambil seputar kegiatan posyandu.






Ini adalah salah satu progam milik Indri. Sangat mudah, hanya pendampingan lomba dan juga pelaksaan lomba di TPQ. Cuma ada sedikit ketidaknyamanan saat para pemuda berbondong-bondong datang ke posko kami minta dilaksankan lomba. Bisa tahu maksudku kan, minta dilaksanakan lomba, itu berarti minta sponsor dari kita para mahasiswa KKN. Ada banyak lomba yang nantinya akan dilombakan sedangkan budget dana dari kita terbatas terutama karena dana itu terserap oleh perlombaan anak-anak TPQ nantinya.
Kita pun akhirnya sepakat bahwa untuk dusun kami hanya mampu menyumbang dua ratus ribu. Itu hanya untuk lomba. Belum untuk bendera, plang dan lain-lain yang hasilnya juga kita sendiri yang men sponsori.
Sebenarnya semua masyarakat Gowah yang sebanyak 200 lebih KK sudah dimintai sumbangan seiklashnya dan itupun hanya meraup jumlah total 1 juta. Sangat sedikit dari banyangan kami. Jika satu juta dibagi 200 itupun per KK hanya mampu menyumbang senilai 5000. Ya tuhan....
Saat itulah aku menyadari bahwa ekspresi mereka kepada kami sedikit sinis. Ya sudah, tidak apa-apa aku bukanlah tipe orang yang suka mengungkit suatu yang sudah terjadi. Untungnya pada perlombaan pertama kita disambut dengan baik. Cukup baik lebih tepatnya tapi di perlombaan kedua kita sama sekali tak dianggap. Entah ini sekedar perasaanku atau bukan, tapi aku berpikirnya begitu. Kita sama sekali tidak diberi kesempatan buat berpartisipasi mengikuti lomba. Hari ketiga apalagi, kita hanya merekam tidak melakukan apa-apa. Karena perlombaannya menek jambe.
Untuk perlombaan TPQ, aku mengakui bahwa ini lebih baik dari perlombaan kampung. Teruatama karena pesertanya yang sangat exited. Yang agak aku kurang sukai, mereka itu sukanya seenak jidat. Belum apa-apa saja mereka meminta hadiah yang macam-macam pada kita. Motor remote lah, barbie yang bisa ngomong lah, tas sekolah lah, sepatu lah. Apa mereka pikir kita gudang uang. Iya?
Ya sudah, sebelum habis kesabaranku mari kita lihat beberapa pict yang bisa kuabadikan dalam moment itu.

Progam Kegiatan Bidang Lingkungan
Ini adalah salah satu dari progamnya Azhar. Apa yang dia lakukan, tentu saja kerja bakti juga memasang plang papan nama RT atau kepala Dusun. Sejujurnya progam inilah yang menguras lebih banyak dana dibanding progam yang lain. Ada enam RT lengkap dengan kepala dusun juga kepala desa di dalamnya. Otomatis kita harus membuat delapan plang papan nama. Selain itu sebelum hari agustus berlalu kita juga memasang bendera untuk pengembangan lingkungan.
Berikut adalah beberapa gambar yang berhasil diabadikan.

Progam Kegiatan Bidang Hukum

Ini adalah progam yang paling lama untuk dilaksanakan. Pemegangnya tentu saja Liizah Irna Fatayatin yang orangnya mempunyai sifat positif, ya katakanlah terlalu nyantai. Untungnya ada Mas Yon. Mas Yon ini salah satu Kaur bagian Keuangan Desa yang sangat baik sekali pada kami. Tepatnya pada hari senin 4 September 2016, Mas Yon datang ke Posko dan meminta Izzah nganterin orang yang mau ngurus KTP di Kecamatan. Dengan langkah seribu kuda, dia menarikku langsung ke kecamatan mengejar orang itu. Dengan dampingan Mas Yon, ditampinginya orang itu mengurus KTP, memberi tahu akan pentingnya KTP juga dan aku ketiban sial harus banting setir jadi fotografernya dia. Ini dia beberapa gambar yang berhasil kuabadikan dengan kamera Evercoss A75



Progam Kegiatan Bidang Ekonomi

Salah satu bidang yang dipegang oleh Wiwik. Kami memilih untuk membuat kerajinan dari kain flanel setelah sebelumnya kita gagal membuat keripik tembe dan cimol. Ya, pada dasarnya kita semua payah dalam hal memasak. Selain itu memasak juga membutuhkan banyak modal.
Dengan begitu kita seoakat menggunakan kerajinan kain flanel dengan bahan proker kami dengan sasaran remaja permepuan dan Ibu-ibu yang bersedia ikut kami terima dengan tangan terbuka.
Monggo dilihat fto-fotonya.



 

Beberapa fakta random KKN 2016 di Dusun Gowah Sidodowo, Modo, Lamongan.


  • Saat kelompok lain bermasalah dengan kekompakan dan makanan sehari-hari mereka, kelompok ini malah membangun kekompakan dengan makan. Maksudnya kita makan selalu pakai talam. Memiliki jadwal masak juga piket harus dipatuhi semua.
  • Hari-hari pertama kita makan engseng melulu. Itu karena masing-masing dari kita malas masak.
  • Diantara semua anggota perempuan, aku adalah yang paling buruk dalam hal masak dan bangun tidur.
  • Anang adalah yang paling gatel diantara semuanya. Menganut paham KKN sebagai Kuliah Kerja Nyepik.
  • Izzah adalah yang paling jorok. Kalau makan selalu berceceran, membuang cutton bud sembarangan juga yang paling doyan ngentut.
  • Kalo Wiwik yang jadi idola disini gara-gara kulitnya yang putih kayak Kate Winslet. Beneran, makannya aku suka minder kalau di dekatnya dan lebih nyaman sama Izzah.
  • Yang jadi idola anak-anak adalah Aku, Anang dan Wiwik. Izzah malah dipanggil anak-anak monster karena sempat ada kejadian dia memarahi salah satu anak karena nggak bisa mtk. Jadinya dia dipanggil anak-anak monster. Lucu banget....
  • Kita biasa tidur di atas jam sepuluh.
  • Yang paling banyak tingkah kalo tidur adalah Wiwik. Sering aku yang ngalah buat tidur di bawah. Tapi akhir-akhir ini, Izzah nemani aku tidur di luar. Lebih leluasa jadinya.
  • Izzah paling doyan buang air besar. Dia nyebutnya klimaks.
  • Aku pernah musuhan sama Anang selama dua hari karena dia buka diaryku tanpa izin dan membaca rahasia terbesarku. Tapi sekarang semua orang sudah tahu rahasia itu. Emang sulit menyembunyikan apapun dari mereka.
  • Yang paling malas cuci baju adalah aku.
  • Yang paling malas cuci piring juga aku.
  • Azhar yang paling adem ayem di rumah. Dia jarang ngajar juga nggak setiap hari ngajar TPQ. Aduh damai banget nih hidupnya Azhar.
  • Yang paling sering pulang adalah Indri, maklum rumahnya dekat, kedua Anang, Izzah, Wiwik, Azhar dan aku yang dalam sebulan Cuma pulang satu kali.
  • Saat perpisahan TPQ aku ingin nangis, tapi tertawa gegara Izzah yang nyanyi-nyanyi gak jelas hahaha
  • Biasanya di waktu senggang aku dan Izzah bermain ukulele dengan lagu favorit, pujaan hati.
  • Yang paling rese Indri. Dia sengaja ngerekam vidioku nyanyi kayak orang gila dan akhirnya aku dijadikan pembullyan KKN satu desa.
  • Sejujurnya kita bisa dibilang cukup berbaur dengan masyarakat. Terlebih lagi dengan anak kecilnya.
  • Awal pertama KKN, kita sholatnya rajin banget, tahajud segala tapi seiring waktu kita jadi males dan keburukan masing-masing anggota terbuka dengan sendirinya.
                Aku rasa pengalaman KKN tidaklah seburuk yang aku kira. Ya, banyak teman-temanku diluar sana yang tidak seberuntung diriku, mengalami masalah dari sisi internal maupun eksternal. Seperti contoh temanku Anis, yang dalam kelompoknya masih saja mengenal istilah gank, Vita yang sempat diusir lima kali karna masalah tempat tinggal, Maula yang tidak suka dengan perbuatan rekannya sedangkan Ria yang terpaksa jadi obat nyamuk diantara dua pasangan se-posko lainnya. Ya, syukurlah dalam posko-ko tidak ada istilah cinlok karena kami pun juga sudah mengenal pribadi masing-masing rekan sekaligus sifat negatifnya. Hahaha.
                Sekian tulisanku mengenai pengalaman KKN ini. Aku yakin setiap orang pasti punya pengalaman tersendiri dan mengenangkan. Tapi bagiku pengalaman menarik dan sekali seumur hidup ini harus ditulis dan kalau perlu dibuat sejarah. Like History from EXO.






0 komentar:

Posting Komentar

 

Rhifaery's Room Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang