Minggu, 12 Juni 2016

Perbandingan Teks Sastra Di Sudut HatiKarya Nenny Makmun Dengan Ilmu Politik


  

Perbandingan Teks Sastra Di Sudut HatiKarya Nenny Makmun Dengan Ilmu Politik

Oleh: Bagus Wicaksono



A. PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang        
Sastraadalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Menurut Sutardi (2011:01) sastra sering dikatakan ‘tulisan yang indah’, juga dikaitkan sebagai ‘pembentukan budi pekerti’. Perkataan ini banyak mengacu pada Horace, yakni dulce et utile yang memberikan penegasan bahwa sastra sebagai karya yang indah yang bermanfaat bagi pembaca.dalam kehidupan manusia, sastra sering kali digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan, yang dituangkan dalam tulisan-tulisan atau pun secara lisan dengan rangkaian kata-kata yang indah. Sastra merupakan perwujudan dari seni yang yang dapat menginspirasi, mempengaruhi, dalam kehidupan manusia, sehingga dengan adanya sastra manusia dapat merealisasikan buah pikirnya sebagai alat interaksi dengan lingkungannya. Dengan adanya interaksi tersebut sastra merupakan ilmu yang dapat diperbandingkan, atau yang sering kita sebut dengan sastra bandingan. Dalam perkembangannya sastra bandingan memiliki dua aliran, yaitu aliran Perancis dan aliran Amerika. Aliran Perancis dianggap sebagai aliran lama karena sastra lahir di Perancis. Menurut aliran Perancis pembandingan sastra secara sistematis dengan membandingkan dua karya sastra dari dua Negara. Aliran Perancis sering dikaitkan dengan sosiologi sastra, yaitu cenderung membandingkan teks sastra maupun dari segi pengarangnya yang ditinjau dari kehidupan nyata. Pada intinya aliran Perancis menolak kritik sastra dan hanya memperlihatkan analogi perbedaan saja. Sedangkan aliran Amerika dianggap sebagai aliran baru karena aliran ini mengembangkan aliran Perancis. Antara aliran Perancis dan aliran Amerika memiliki wawasan yang berbeda namun tidak saling bertentangan. Aliran Amerika cenderung lebih longgar dalam membandingkan karya sastra, selain sepaham dengan aliran perancis aliran Amerika berpandangan bahwa sastra bandingan dapat dibandingkan dengan aliran ilmu yang lain, seperti sastra dengan falsafah, agama, politik, ekonomi dll. Dalam lingkup kajian sastra bandingan ini penulis memfokuskan analisis perbandingan sastra menggunakan aliran Amerika, yaitu membandingkan karya sastra dengan ilmu politik.Melalui novel “Di Sudut Hati” karya Nenny Makmun penulis dapat menganalisis persamaan dan perbedaan sastra dengan ilmu politik. Selain dapat membandingkan karya sastra dengan ilmu politik, penulis juga dapat memaparkan novel yang beraliran romantime percintaan ini ditinjau dari ilmu politik sehingga dapat menginspirasi pembaca.
1.      Rumusan Masalah
            Untuk  sampai  pada  pemahaman  yang  sistematis  dan  mencerminkan substansi pembahasan serta metodologi penelitian sastra, khususnya dalam sastra bandingan yang pada akhirnya dapat  memberikan  arah  yang  jelas,  maka  permasalahan  pokok  yang  menjadi penelitian ini adalah:
1)      Apa pengertian sastra bandingan?
2)      Apa pengertian ilmu politik?
3)      Apa persamaan dan perbedaan novel “Di Sudut Hati” ditinjau dari ilmu politik?
2.      Tujuan Penulisan
1)      Pembaca dapat mengetahui pengertian  sastra bandingan.
2)      Pembaca dapat mengetahui pengertian ilmu politik.
3)      Pembaca dapat mengetahui persamaan dan perbedaan novel “Di Sudut Hati” ditinjau dari ilmu politik.
3.      Manfaat Penulisan
Ada dua manfaat dalam penelitian ini yaitu:
1)      Manfaat Teoretis
a)      Menambah pengetahuan tentang pemakaian teori-teori ilmu politik dan sastra.
b)      Menjadi titik tolak dalam memahami karya sastra pada umumnya dan novel pada khususnya.
2)      Manfaat Praktis
a)              Bagi Penulis
       Menambah wawasan tentang cara menganalisis novel ‘Di Sudut Hati” ditinjau dari kajian ilmu politik.
       b)  Bagi Pembaca
       Menambah wawasan pembaca tentang kajian ilmu politik dalam novel DiSudut Hati.
      
c) Bagi Penulis Lain
       Menambah pengetahuan bagaimana cara menganalisis novel yang menggunakan kajian ilmu politik dan menambah pengetahuan tentang novel.

B. PEMBAHASAN
1.  Pengertian Sastra Bandingan
Sastra Banding (Comparative Literatur e) muncul pertama kali di Perancis tahun 1816 yang diambil dari rangkaian antologi untuk pengajaran sastra yang berjudul Cours de litterature comparee. Di Jerman, istilah ini dipadankan dengan vergleichende Literaturgeschichte yang muncul pada tahun 1854. Sementara itu, istilah comparative literatures muncul di Inggris pada tahun 1848.
Pada awalnya, istilah tersebut menunjuk pada usaha untuk melacak “pengaruh” seorang penulis dari suatu negara atau budaya pada penulis di negara atau budaya lain. Namun, dalam perkembangannya, terdapat kesulitan dalam mencari pengaruh tersebut karena pikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh suatu bahasa berbeda dengan pikiran dan perasaan yang dinyatakan dengan bahasa lain. Karena itu pada awalnya, sastra banding hanya dilaksanakan di Eropa. Menurut Sapardi Djoko Damono (2005: 1), sastra bandingan adalah sebuah pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan teori sendiri. Dengan kata lain, dalam kajian ini dapat   menggunakan teori apa saja selama masih dapat bersangkutan dengan sastra.

2.      Pengertian Ilmu Politik
Ilmu politikadalah cabang ilmu sosial yang membahas mengenai teori dan praktik politik serta gambaran dan analisis mengenai sistem politik dan perilaku politik. Ilmu politik mempelajari mengenai alokasi dan transfer kekuasaan dalam pembuatan keputusan, peran dan sistem pemerintahan yang termasuk dalam pemerintah dan organisasi internasional, perilaku politik dan kebijakan publik. Ilmu politik mengukur keberhasilan pemerintahan dan kebijakan khusus dengan melakukan pemeriksaan dari berbagai faktor seperti stabilitas keadilan, kesejahteraan material dan perdamaian. Dari beberapa ilmuwan yang berupaya mengembangkan ilmu politik secara positif dengan analisis politik. Sedangkan yang lainnya mengembangkan secara normatif dengan membuat saran kebijakan khusus. Pembelajaran politik diperumit dari terlebatnya ilmuwan politik dalam proses politik, karena pengajaran mereka biasanya memberikan kerangka pikir yang digunakan komentator lain, misalnya jurnalis, kelompok minat tertentu, politikus, dan peserta pemilihan umum untuk menganalisis permasalahan dan melakukan pilihan. Ilmuwan politik berperan sebagai penasihat politikus tertentu, atau sebagai politikus. Ilmuwan politik sering terlihat bekerja di pemerintahan, di partai politik, atau memberikan pelayanan publik. Mereka bekerja di lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pergerakan politik. Dalam berbagai kapasitas, orang yang dididik dan dilatih dalam ilmu politik dapat memberikan nilai tambah yang menyumbangkan keahliannya pada perusahaan.
Pengertian ilmu politik menurut para ahli                                                         
  • Goodin: Pengertian ilmu politik menurut Goodin bahwa ilmu politik adalah penggunaan kekuasaan sosial secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan sosial dengan paksaan tersebut. 
  • Max Weaber: Pengertian ilmu politik menurut Max Weaber adalah kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya.
  • Miriam Budiardjo: Menurut Miriam Budiardjo, bahwa pengertian ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti plato dan aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik).
3.      Sinopsis Novel “Di Sudut Hati” Karya Nenny Makmun
Cerita yang terdapat pada novel Di Sudut Hati dimulai dari kisah seorang Tresa, Mahasiswi Yogyakarta Fakultas Hubungan Internasional (HI) yang baru saja ikut bergabung dengan Unit Kegiatan Koperasi Mahasiswa di semester tiganya. Sikapnya yang sederhana dan bersahaja. Karena penampilannya yang kalem dan alami malah membuat dua pria di kampusnya jatuh cinta.
Wisnu, Sang Ketua Kopma yang dianggap Tresa sebagai seorang kakak dan Aksan seorang vokalis band yang ternyata membuat dirinya merasakan getar-getar yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Wisnu tidak kalah berkorban atas nama cinta., meski sudah ada Nindita, wanita yang dijodohkan dengannya tetapi Wisnu tetap berusaha mendapatkan cinta Tresa. Namun Nindita adalah seorang gadis pengejar dan posesif yang bisa bertindak kejam pada siapa saja yang dianggap akan merebut Wisnu dari sisinya. Wisnu pun mencoba segala cara untuk membuat Tresa jatuh hati padanya tentu dengan selalu mengawasi Tresa dari Nindita.
Sementara Tresa justru menaruh hati pada Aksan, seorang vokalis band yang statusnya memiliki kekasih bernama Quin. Tetapi cinta Tresa ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Aksan pun seperti menemukan sosok yang ia cari selama ini. sosok seorang dambaan hati yang tak ia temukan dalam diri Quin. Tresa dan Aksan menjalani pacaran secara diam-diam. Sayang sekali kisah cinta Tresa dan Aksan tidak semulus yang diharapkan. Kisah cinta mereka akhirnya tercium juga oleh Quin pacar Aksan. Quin yang memiliki sifat posesif membuat Tresa merasa terpojok hingga pada akhirnya ketakutan dengan teror-teror kematian. Hingga pada titik konflik teror menakutkan, Tresa yang mengharapkan Aksan menjaganya malah memilih meninggalkannya setelah terlalu banyak kenangan manis di simpan dalam sudut hatinya. Dan sudah tak mungkin lagi Tresa mengharapkan kehadiran Wisnu. Sebab rasa kecewa yang dirasakan Wisnu melihat Tresa, orang yang dicintainya justru lebih memilih Aksan. Seorang vokalis band yang telah menyandang status kekasih Quin. Seiring menghilangnya Aksan, teror-teror kematian itu pun mulai berkurang dan hingga akhirnya benar-benar menghilang. Tresa kini benar-benar sendiri. Namun ketika ia merenung, Tresa teringat tujuan awalnya untuk datang ke Yogyakarta. Yaitu membahagiakan kedua orangtuanya, kuliah dengan baik dengan hasil memuaskan dan tepat waktu. Tidak mengecewakan. Kegigihan dan usahanya membuahkan hasil. Tresa lulus dengan predikat cumlaude dengan angka skripsi A.
Empat tahun kemudian, pertemuan antara Tresa dan Aksan tidak bisa terelakkan. Semuanya dengan kondisi yang berbeda. Dan kembali hati mereka diuji. Kisah cinta selama empat tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Tresa sadar, sekarang ia merasa lebih enak dicintai daripada harus mengejar cinta. Dan kini Tresa mulai menata sudut-sudut hatinya dengan porsi yang seharusnya. Walau Aksan masih tersisa di sudut hati sebagai kenangan. Namun kini Tresa telah memiliki seseorang yang bersemayam dalam keseluruhan ruang hati. Karena pada akhirnya setiap hati hanya bisa memasrahkan dirinya kemana aliran cinta membawanya.


4.      Persamaan dan Perbedaan dalam Novel “Di Sudut Hati” Karya Nenny Makmun Ditinjau Dari Ilmu Politik
·         Persamaan
Teks Novel “Di Sudut Hati”
Pandangan Para Ahli
“Ih Nin apa apaan sih!” Wisnu tidak bisa berkutik. Baru tersadar ternyata janji semalam menyiksa dan wisnu sadar dia melakukan kesalahan terbesar.
“Ah biarlah demi tresa, yang penting Nindita tidak akan berbuat jahat pada tresa dan mau berbagi ilmu selama sama-sama menjadi panitia acara yang mempertaruhkan nama baiknya sebagai ketua umum kopma.” Wisnu menghibur dirinya sendiri dalam hati. (hal: 41-42)
MenurutMaxWeber(dalam pengantar ilmu politik 2013: 9)Pengertian ilmu politik adalah kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya.
        Analisis : Kutipan teks novel diatas dapat kita analisis bahwa ada persamaan dengan ilmu politik yang di paparkan oleh Max Weaber, bahwa  ilmu politik adalah kemampuan untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Dapat kita ketahui tokoh Wisnu dalam kutipan teks novel di atas terpaksa menerima cinta Nindita karena Wisnu takut kalau Nindita menyakiti Tresa, karena dalam novel tersebut tokoh nindita memiliki perwatakan yang suka nekat dan sadis. Jadi dapat kita benarkan bahwa ada persamaan novel “Di Sudut Hati” dengan pendapat weaber tersebut, Karena terbukti tokoh Wisnu menuruti kemauan Nindita, meski dia sendiri tidak menghendaki hal tersebut demi keselamatan Tresa.
Teks Novel “Di Sudut Hati”
Pandangan Para Ahli
Mama dan Papa Queen memohon agar Aksan menjaga Queen selamanya, sementara hati Aksan masih tersisa 25 persen keraguan. Semenjak dinner ini Queen sangat mem-protect-nya. Bisa dalam satu jam tidak bertemu, Queen menelponnya. Ruang gerak Aksan sangat terbatas. (hal: 60-61)
Goodin(1996): Pengertian ilmu politik menurut Goodin bahwa ilmu politik adalah penggunaan kekuasaan sosial secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan sosial dengan paksaan tersebut. 

Analisis: Kutipan teks novel diatas dapat kita analisis bahwa ada persamaan dengan ilmu politik yang di paparkan oleh Goodin bahwa ilmu politik adalah penggunaan kekuasaan sosial secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan sosial dengan paksaan tersebut. Dapat kita ketahui tokoh Aksan dalam kutipan novel tersebut tidak memiliki kekuasaan untuk keleluasaan dirinya untuk melakukan apapun. Ruang geraknya sangat terbatas karena protect dari Queen, sehingga Aksan tidak memiliki kekuasaan atas dirinya karena dirinya dikuasai oleh Queen. Jadi dapat kita benarkan bahwa ada persamaan novel “Di Sudut Hati” dengan pendapat Goodin tersebut. Karena terbukti tokoh Queen memiliki kekuasaan sosial yang bersifat memaksa atas Aksan dengan protectnya terhadap Aksan.
·         Perbedaan
Teks Novel “Di Sudut Hati”
Pandangan Para Ahli
Di balik foto angela ada tertulis pesan: “Bisa saja besok empunya kucing bernasib sama, maka jangan main-main dengan kekasih orang!” (hal: 186)
Miriam Budiarjo (2008:17):bahwa pengertian ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti plato dan aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik).

Analisis: Kutipan teks novel diatas dapat kita analisis bahwa ada perbedaan dengan ilmu politik yang di paparkan oleh Miriam Budiardjo bahwa pengertian ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti plato dan aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Dapat kita ketahui dari kutipan teks novel di atas merupakan sebuah teror yang dilakukan Queen kepada Tresa karena menganggap Tresa telah merebut Aksan darinya. Hal tersebut memiliki perbedaan dengan pendapat Miriam Budiarjo yang menganggap politik adalah sebuah usaha-usaha untuk mendapatkan kehidupan yang baik. Tentu saja hal tersebut memiliki perbedaan dengan kutipan novel di atas, karena dengan adanya terror tersebut Tresa merasa terancam dan tidak baik untuk kehidupannya.

C.  PENUTUP
1.      Simpulan
·         Sastra bandingan adalah studi teks lintas budaya, berciri antar disiplin dan berkaitan dengan pola hubungan dalam kesusastraan lintas ruang dan waktu. Sastra bandingan dipelopori oleh dua aliran yaitu aliran Perancis dan Amerika.
·         Ilmu politikadalah cabang ilmu sosial yang membahas mengenai teori dan praktik politik serta gambaran dan analisis mengenai sistem politik dan perilaku politik. Ilmu politik mempelajari mengenai alokasi dan transfer kekuasaan dalam pembuatan keputusan.
·         Persamaan dan Perbedaan dalam novel “Di Sudut Hati” dapat ditinjau melalui ilmu politik, dimana politik merupakan roda untuk menjalankan kekuasaan yang memiliki tujuan untuk kehidupan yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Budiarjo Miriam. 2008. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta: Depdiknas.
Goodin, Robert E. 1996. A New Handbook of  Politicals Science. New York: Oxford University Press
Sinaga, Rudi Salam. 2013. Pengantar Ilmu Politik. Yogyakarta: Graha ilmu.
Sutardi. 2011. Apresiasi Sastra. Lamongan: Cv. Pustaka Ilalang Group.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Rhifaery's Room Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang