Jumat, 21 Oktober 2016

Kumpulan Puisi Religi





Subhanallah

Tiada kata yang lebih pantas aku ucapkan
Melihat segala keindahan yang yang aku pandang
Kecuali Subhanallah…..
Ya Allah,,, begitu indah ciptaan-Mu
Menciptakan alam dengan segala keindahannya.
Laut biru membelah daratan
Pelangi berwarna-warni seakan melukiskan suasana hati
Semilir angin menyejukkan relung hati.
Tiada hentinya aku bersujud kepada-Mu
Mensyukuri segala nikmat-Mu


Bintang Syurga

Biar darah jadi baja
Biar tulangku menjadi tonggaknya
Islam tetap di puncak
Biar imanku terus melonjak
Aku tega...Aku rela..
Sekalipun aku dihenyap
Burung.. burung hijau terbang
Aku tenang melayang
Syurga firdaus menungguku datang..
Bidadaripun tersenyum
Merindu cumbu harum
Di saat cinta mekarku bercantum
Pergiku tak kembali
Karena memburu nikmat syurgawi
Itulah yang hakiki
Itu yang abadi
Danku tidak mati
Bahkan hidup dengan rezki dari Ilahi
Kejayaan.. Kebahgiaan..
Bintang syuhada yang dirindukan
Datang..
Datanglah wahai syahid
Dambaan mujahid
Aku relakan sakit yang sedikit
Dari tahanan sementara
Biar aku nestapa
Demi bahagia untuk selamanya.


Seuntai Bisa

Nyata kilas mega bertahta
Kutunjuk satu pilihan kata
Denyut nadi bernada dusta
Semakin kurasa  ombak di jiwa

Bisa, kuraup dalam dada
Tanganku ini hanya  bisa tertawa
Menyusuri tubuhku mencari pahala
Mungkinkah ada setitik cahaya

Untaian bisa mungkin ada
Hati melihat purnama
Namun kelam hanya diam saja
Semoga ilahi membuka jalannya



Hujan Tasbih

Meraus pasti menakjub putih
Dapat menyentuh suci
Detiknya hapir tak melukis api

Lipat jemari meresap sendu
Kepada saksi yang menatap penuh rindu

Segenggam cahaya tak mampu puna
Sikap merapatkan agung ujaran kemulyaan
Sejenak sunyi menatap cahaya
Sesudahnya kembali menancapkan titik keduniaan

Jadikan tasbih pegangan syurga
Terap berdzikir memusnakan sang merah
Ciptakan hati  menenggelamkan murka



Alam keTiga

Saat semua telah tiba
Tangis merubah canda ria
Kerudung yang putih berganti hitam
Sukma  meninggalkan raga

Jasanya tinggalah kenangan
Usahanya tak lagi berjalan
Lubang permata menutup
Yang terbuka tinggalah tanah

Keranda dengan taburan bunga
Siap menghantarnya ke tempat yang terbaik baginya
Yaitu lubang hara
Terminal neraka atau pun nirwana tujuannya, entah apa..?



Sebutir persembahan cinta dan doa

Ku buka pelangi
Jauh di ujung awan
Di bawah naungan mega
Ku telisir angin sore hari
Aromanya mencerahkan jiwa-jiwa yang diberkahi
Ku goreskan keindahan
Sebutir persembahan abadi
Di balik mihrab doa
Aku…
Menyapa cinta yang membawaku terbang
Membumbung tinggi ke sungai bidadari
Menelusuri…
Menelusuri sungai yang mengalir lembut

Perjalanan…
Dengan sepenggal cinta dan doa

Senandung Sujud

Ketersunyian menggenggam
Lantunan syair sujud ku hadapkan
Hangat keringat
Membasahi tempat
Dalam duduk aku mendapat
Tirai sujudku angkat
Dalam benak hati teringat
Duhai Allah...
Atas namamu...
Putih kaniscayaan
Menghantar jiwa yang rapat
Semoga hati yakin akan tetap
Duhai Allah...
Semoga Engkau bangkitkan kami ke dalam barisan kasih
Yang sama bersama Rasul kami...
Sujud suci kupancar
Sepanjang dalam sinar kehidupan
Mengingatmu akan keagunganmu...
Ya Allah Ya Rasulullah...




0 komentar:

Posting Komentar

 

Rhifaery's Room Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang