Subhanallah
Tiada
kata yang lebih pantas aku ucapkan
Melihat
segala keindahan yang yang aku pandang
Kecuali
Subhanallah…..
Ya
Allah,,, begitu indah ciptaan-Mu
Menciptakan
alam dengan segala keindahannya.
Laut
biru membelah daratan
Pelangi
berwarna-warni seakan melukiskan suasana hati
Semilir
angin menyejukkan relung hati.
Tiada
hentinya aku bersujud kepada-Mu
Mensyukuri
segala nikmat-Mu
Bintang Syurga
Biar
darah jadi baja
Biar
tulangku menjadi tonggaknya
Islam
tetap di puncak
Biar
imanku terus melonjak
Aku tega...Aku rela..
Aku tega...Aku rela..
Sekalipun
aku dihenyap
Burung.. burung hijau terbang
Burung.. burung hijau terbang
Aku
tenang melayang
Syurga firdaus menungguku datang..
Bidadaripun tersenyum
Syurga firdaus menungguku datang..
Bidadaripun tersenyum
Merindu
cumbu harum
Di
saat cinta mekarku bercantum
Pergiku tak kembali
Pergiku tak kembali
Karena memburu nikmat
syurgawi
Itulah yang hakiki
Itulah yang hakiki
Itu
yang abadi
Danku
tidak mati
Bahkan
hidup dengan rezki dari Ilahi
Kejayaan.. Kebahgiaan..
Kejayaan.. Kebahgiaan..
Bintang
syuhada yang dirindukan
Datang..
Datang..
Datanglah
wahai syahid
Dambaan
mujahid
Aku
relakan sakit yang sedikit
Dari tahanan sementara
Dari tahanan sementara
Biar
aku nestapa
Demi
bahagia untuk selamanya.
Seuntai Bisa
Nyata kilas mega
bertahta
Kutunjuk satu pilihan
kata
Denyut nadi bernada
dusta
Semakin kurasa ombak di jiwa
Bisa,
kuraup dalam dada
Tanganku ini hanya bisa tertawa
Menyusuri
tubuhku mencari pahala
Mungkinkah
ada setitik cahaya
Untaian bisa mungkin
ada
Hati melihat purnama
Namun kelam hanya diam
saja
Semoga ilahi membuka
jalannya
Hujan Tasbih
Meraus pasti menakjub
putih
Dapat menyentuh suci
Detiknya hapir tak
melukis api
Lipat jemari meresap sendu
Kepada saksi yang
menatap penuh rindu
Segenggam cahaya tak
mampu puna
Sikap merapatkan agung
ujaran kemulyaan
Sejenak sunyi menatap
cahaya
Sesudahnya kembali
menancapkan titik keduniaan
Jadikan tasbih pegangan
syurga
Terap berdzikir
memusnakan sang merah
Ciptakan hati menenggelamkan murka
Alam keTiga
Saat
semua telah tiba
Tangis
merubah canda ria
Kerudung
yang putih berganti hitam
Sukma meninggalkan raga
Jasanya tinggalah kenangan
Usahanya
tak lagi berjalan
Lubang
permata menutup
Yang
terbuka tinggalah tanah
Keranda
dengan taburan bunga
Siap
menghantarnya ke tempat yang terbaik baginya
Yaitu lubang hara
Terminal
neraka atau pun nirwana tujuannya, entah apa..?
Sebutir persembahan
cinta dan doa
Ku buka pelangi
Jauh di ujung awan
Di bawah naungan mega
Ku telisir angin sore
hari
Ku goreskan keindahan
Sebutir persembahan
abadi
Di balik mihrab doa
Aku…
Menyapa cinta yang
membawaku terbang
Membumbung tinggi ke
sungai bidadari
Menelusuri…
Menelusuri sungai yang
mengalir lembut
Perjalanan…
Dengan sepenggal cinta
dan doa
Senandung
Sujud
Ketersunyian menggenggam
Lantunan syair sujud ku hadapkan
Hangat keringat
Membasahi tempat
Dalam duduk aku mendapat
Tirai sujudku angkat
Dalam benak hati teringat
Duhai Allah...
Atas namamu...
Putih kaniscayaan
Menghantar jiwa yang rapat
Semoga hati yakin akan tetap
Duhai Allah...
Semoga Engkau bangkitkan kami ke dalam
barisan kasih
Yang sama bersama Rasul kami...
Sujud suci kupancar
Sepanjang dalam sinar kehidupan
Mengingatmu akan keagunganmu...
Ya Allah Ya Rasulullah...

0 komentar:
Posting Komentar