Ombak Rindu
Sejak
malam aku menunggumu di tepi pantai
Suara
lautan semakin keras seperti semangatku semakin kuat,
Angin
malam berubah, bintang-bintang semakin hilang
Tapi
hatiku tetap menunggumu dan tak berubah sedikit pun dalam mimpi,
Ku
hanya memanggil nama mu
Ku
harap kau akan kembali dan selalu bersamaku,
Mungkinkah
waktu kita berbeda,
Mungkinkah cara kita tidak sama, apakah
Mungkin kita tidak bisa menemui lagi,
Hal ini
ku anggap yang salah adalah waktu yang sakit adalah kita
Kau Tidak Pernah
Wahai
ayah ku, wahai ibuku
Kau
selalu memberi cinta kepada ku
Kau
selalu menyerahkan tenaga untuk ku,
Kau
tidak pernah menyedihkanku, wahai ayah ku wahai ibuku
Ku
disini berjanji dengan jiwa dan ragaku
Ku tak
akan membuat mu rasa kesedihan karena ku
Ku tak
akan membiarkan mu sendirian
Sebaliknya aku akan bersama ayah dan ibu
selama-lamanya
Kelambu Hitam
Dibalik senja merona
Wajah penuh bayang
Bayang akan hitamnya kelambu
Terpahat menyayat kilauan tabir kerinduan
Teringat pula bayangan cerah
Cerah di depan mata
Kupandangi dengan segan
Dengan penuh harap kacau
Mengacau karena tak tahu
Tentang nalar terpendammu
Biarkan senda gurau membayangiku
Mengayun seiring lirih hati
Menatappun enggan
Hanya seutas harapan dengan belaian serta
lambai jemari
REMBULAN TANPA CAHAYA
Kala senja mulai menghilang
Senyuman mentari pun ikut meninggalkanku
Aku hanya diselimuti gelap
Kesunyian menghadangku
Ketenangan telah terbelenggu
Malam ini benar-benar sepi
Hening yang mencekam
Perasaan tak jelas tiba-tiba menghantamkanku
Hatiku sudah menyimpan bom waktu
Cepat atau lambat bom itu akan menghancurkan
Cintaku
Ku tak mampu membayangkanmu
Karena yang ku lihat hanya sunyi, hitam, dan kosong
Kau tak mampu membayangkanmu
Walau itu hanya dalam mimpi
Kau hanya sinar dihidupku
tapi kau Nampak menjadi rembulan tanpa cahaya.
Bangkit cintaku
Ketika cinta itu runtuh
Aku seperti orang tidak sepenuhnya
Seperti setengah hidup ini hilang
Dia yang mengambil hilang pergi
Tidak ada cara untuk menerimanya
Pernah melihat kembali pada hal ini
Hal yang mengecewakan
Mimpi itu adalah dia mungkin akan kembali
Aku tahu bahwa cinta sejati ini tidak jauh sama sekali
Hanya kembali perhatian kepada aku sendiri
Setengah dari hehidupan yang aku kehilangan
Bahkan jika aku pergi tidur walau sampai mati hanya sia-sia saja
Tersisa setengah hidup hal ini juga perlu
Cinta diri sendiri kembali hidup ini lebih berharga
Menonton lengan melihat diriku sendiri
Siapa yang mengawasi cermin sekali lagi
Menyimpan sisa aku akan membuat hidupan ini lebih bahagia
Bidadari satu kaki
Teringat aku pada senyummu
Senyum kecil terlukis di mulut mungil
Aku rindu padamu
Yang ku damba tiap waktu
Aku ingin lari melepas gundah
Melepas resah
Ingin ku tunjukkan
Sayap-sayap kecil yang kumiliki
Aku ingin sepertimu bidadari
Tak pernah lelah
Tak pernah menyerah
Meski berdiri satu kaki
Bidadariku yang tabu
Bidadariku yang lugu
Aku ingin sepertimu
Kata Pengusik Malam
Adakah bayangan datang mengusikku?
Setelah bayangmu yang tabu
Menelisir bersama sunyi
Merayap diantara kegelapan
Lalu datang lagi setelahmu
Datang bersama kata yang tak beda
Satu kata tak kutemui jawabnya
Setelah kata tak kuasa kujawab
Datanglah kata membawa sunyi
Datanglah kata membawa hampa
Datanglah kata membawa gundah
Setelah kata tak kuasa kujawab
Adakah rasa yang bertahan?
Barsemayam antara sunyi dan kegundahan
Kata itu berselimut
Dia melekat, meracuni hatiku
Mengusikku, menyeretku, dalam jurang kehampaan
Berdarah Rindu
Kala matahari tersenyum menyapaku
Ku larut dalam hangatnya hati
Hati yang di selimuti rasa rindu
Kalbuku bertanya-tanya
Bak rintihan hujan yang tak henti
bercerita
Cerita sukma yang di penuhi rindu
Rindu yang menyiksaku
Ku berbicara atas nama rindu
Kau lambaikan tangan tanpa ada kata perpisahan
Kau beri aku rasa cinta
Kau beri aku rindu yang tak kuduga
Ku merindukanmu
Hatiku berdarah rindu
Tabir Rindu
Tanpamu diriku bak burung tanpa sayap
Jalanku terjal dan penuh gelombang
Tanpamu aku laksana sungai tanpa air
Hidupku kering dan penuh kerikil
Aku rindu angkasaku yang luas
Aku rindu arusku yang deras
Kesunyian ini menelanku bulat
Hingga nafasku terasa berat
Terkenang engkau dalam sepi
Menjelma dalam setiap mimpi
Menyelimuti ruang hatiku yang semakin beku
Tanpa kusadari sosokmu telah hadir
mencairkanku
Kau melihatku terbaring lemah dengan sakit
Dengan hembusan senyum itu sukmaku tegak
bangkit
Kau tuntun aku menuju kilauan cahaya terang
Menembus langit berlukiskan bintang
Gelegar tawa memenuhi alam semesta
Terbebas dari jeruji nestapa
Tabir kita telah terbuka
Mengapa duka ini masih ada?
Menghapus luka dengan pelapah kurma
Semakin berdarah aku karenanya
Kau jahit rindu dengan benang sutra
Tapi kau lupa mengikatnya
TAK TERSISA
Aku terlalu sayang
Hingga roda hidupku terbelenggu dalam batu
karang
Aku terlalu mencinta
Hingga aku lupa kapan kumulai terjaga
Aku terlalu suka
Hingga diriku tenggelam dalam balutan cahayanya
Aku terlalu mendamba
Hingga semua kisahmu terkubur bersama raga
Kegelisahan Hati
Aku bagai malam tanpa bintang
Bagaikan gelap tak kunjung terang
Sunyi senyap gunda gulana melanda
Menyibakkan tirai-tirai kegalauan jiwa
Beribu pertanyaan kutemui
Namun tak jua aku mengerti
Berbagai rintangan ku hadapi
Namun tak dapat kutemu jalan yg ku cari
Kegundahan hati kian bertalu
Percikan air melantun irama nan merdu
Angin bergoyang melambai berbisik
Melambai perlahan seolah mengajak
Melepas duka menjemput cinta
Akankah esok bahagia.....
Cinta Yang Terpendam Rahasia
Haruskah aku nyanyikan cintaku
Agar kaudengar suara hatiku
Haruskah aku lukis rasa sayangku
Agar dapat kaulihat ketulusanku
Haruskah kutulis semua kerinduanku
Agar kau sedikit saja mengerti betapa aku menanti cintamu
Selembar doaku layangkan padamu
Mengharap kautetap disampingku
Menemani lingkar hidupku
Meski aku tahu
Aku tak terasa tak mampu memilikimu
Hanya lewat guratan kata
Kuhaturkan segenap rasa
Yang kupendam dalam puncak asmara
Takkan hilang dalam hitungan masa
Jika Tuhan mengizinkan
Izinkan aku menyanyangimu dalam derai tawa
Dalam tangis air mata
Ataupun
Dalam cinta yang terpendam rahasia
Wanita Pilihan
Saat kulihat dirimu
Lalu kau lihat diriku
Dengan busana yang baik
Cantik, sopan dan berkesan
Saat
kulihat wajahmu
Wajahmu
menarik hatiku
Hidungmu
bagaikan magnet di wajahmu
Yang
selalu menyenangkan hatiku
Tapi
bukan hanya itu yang ku mau
Agama, ilmu
dan keshalihan amalmu
Itulah
yang lebih meyakinkanku
Untuk
menerimamu menjadi pendamping hidupku
Rinai Rindu
Dibalik jeruji rindu
Terlihat jelas potret senyuman
Membawa angan menuju lamunan
Terkenang mentari harapan
Membawa musim tak tentram
Gelisah datang berulang
Mengusik kepercayaan
Hanya dzikir dan doa menjadi penawar
Terkadang,
Puisi menjadi nyanyian
Merdu, syahdu, dan mengharukan
Kulinangkan rindu di ujung mata
Menari indah dipelupuk angan
Hati menjerit bagai terpenjara
Menahan kerinduan kian mendalam
Tetes gerimis yang merinai
Dikelamnya langit senja
Telah kucoba kirimkan kerinduan
Bersama hembus bayu nan laju
Berharap gemuruh kebahagian diambang pintu
Bidadari
Adalah kamu bunyi bait-baitku
Kamulah warna syairku
Ruh semua puisiku
Piranti inspirasiku
Kaulah kesadaran limpahan karunia allah kepadaku
Tiupan iman makin kencang menerpa kalbu
Hadirmu sulut tekad dunia akhiratku
Engkaulah bidadari surgaku

0 komentar:
Posting Komentar