Perbandingan Teks Sastra Ayah Karya Andrea Hirata Dengan Ilmu Sosial
Oleh: Arina Sadiamu
A. PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Karya sastra lahir akibat adanya
proses kreatif seorang pengarang dalam menanggapi keadaan di sekitarnya. Oleh
karena itu, karya sastra terkadang dapat mewakili kehidupan yang nyata. Adapun
salah satu definisi sastra menurut Wellek dan Warren via Wiyatmi (2006: 14)
karya sastra merupakan karya imajinatif. Sedangkan Atar Semi (1993:8)
mengemukakan bahwa sebagai karya kreatif, sastra harus mampu melahirkan suatu
kreasi yang indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan keindahan manusia, di
samping itu sastra harus mampu menjadi wadah penyampaian ide-ide yang
dipikirkan dan dirasakan oleh sastrawan tentang kehidupan umat manusia.
Aliran sastra bandingan terbagi
ke dalam aliran Prancis dan aliran Amerika.Kedua aliran sepakat bahwa sastra
bandingan merupakan kajian sastra di luar batas sebuah negara.Akan tetapi,
Aliran Prancis menganggap bahwa hubugan sastra dengan disiplin lain bukanlah
sastra bandingan,melainkan seni bandingan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
tidak pernah terlepas dari kehidupan sosial, sebuah kehidupan sosial akan
membentuk suatu perkumpulan yang disebut masyarakat.
Adapun kesengajaan kami menganalisis novel ini berdasarkan ilmu sosial yang terkandung di dalamnya adalah untuk
membantu membandingkan karya sastra
tersebut dengan nilai-nilai sosial yang sangat penting untuk kita ketahui.
Berdasarkan
latar belakang di atas maka makalah ini kami beri judul “PerbandinganNovel
ayahkarya andrea
hirata dengan ilmu sosiologi” .
2. Rumusan
masalah
1.
Bagaimana perbandingan novel Ayah karya Andrea Hirata dengan
Ilmu Sosiologi?
3. Tujuan Penulisan
1.
Untukmembandingkan novel Ayah karya Andrea Hirata dengan Ilmu Sosiologi?
B.
LANDASAN TEORI
1. Pengertian Sastra Perbandingan
Sastra
bandingan yaitu (1) penelitian sastra lisan terutama cerita rakyat dan
penyebarannya; (2) penyelidikan mengenai hubungan antara dua atau lebih karya
sastra, yang menjadi bahan dan objek penyelidikannya, diantaranya, soal
reputasi dan penetrasi, pengaruh dan kemasyuran karya besar; (3) penelitian
sastra dalam keseluruhan sastra dunia, sastra umum, dan sastra universal (Rene
Wellek dan Austin Warren, 1995: 47 – 49).
Sedangkan
menurut Damono (2005:1; 2009:1), sastra bandingan adalah suatu pendekatan
dalam ilmu sastra yang tidak dapat menghasilkan teori sendiri. Bisa dikatakan,
teori apapun dapat dimanfaatkan dalam penelitian sastra bandingan, sesuai
dengan objek dan tujuan penelitian. Jadi, secara keseluruhan dapat disimpulkan
bahwa sastra bandingan adalah kegiatan membandingkan dua karya sastra atau
lebih yang memiliki persamaan dan perbedaan dalam hal unsur-unsur yang
dikandungnya.
Jadi,
yang dimaksud dengan sastra perbandingan adalah wilayah keilmuwan sastra yang
mempelajari keterkaitan antar sastra dan perbandingan sastra dengan bidang yang
lain. Penelitian sastra perbandingan berperspektif interdisipliner tidak
menelaah karya-karya sastra semata, melainkan juga hubungan isi karya sastra
dengan bidang ilmu yang lain.
2. Pengertian Sosiologi
Secara etimologis sosiologi
berasal dari kata socious dan logos. Socious dari bahasa Latin yang artinya teman, sedangkan logos dari bahasa Yunani yang artinya
kata, perkataan, atau pembicaraan. Arti harfiah sosiologi adalah membicarakan
teman pergaulan. Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang
pergaulan hidup manusia atau masyarakat. (Ary H.Gunawan, 2000:3).
Sosiologi adalah ilmu objektf
kategoris, membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini (das sain) bukan apa
yang seharusnya terjadi (das solen). Sebaliknya karya sastra bersifat
evaluatif, subjektif, dan imajinatif. sosiologi sastra tidak terlepas dari
manusia dan masyarakat yang bertumpu pada karya sastra sebagai objek yang
dibicarakan.C. C.PEMBAHASAN
- Deskripsi Novel “AYAH”
Sebagai sebuah novel yang kental
dengan nilai sosial, novel “Ayah” sangat
cocok didekati dengan pendekatan ilmu sosiologi.
Tuntutan terbesar dalam analisis
sosilologi adalah pendekatan terhadap pengarang, namun karena pengarang berada
di tempat yang jauh maka kami cukup mendekati novel ini dengan
karya sastra itu sendiri dan kehidupan di masyarakat saja. Hal yang kami
lakukan bukanlah hal yang salah karena kami berlandaskan kepada beberapa
pendapat para tokoh lainnya termasuk dalam hal ini yaitu Endraswara (2003: 79)
dalam bukunya Metodologi Pengajaran Sastra, memberi pengertian bahwa sosiologi
sastra adalah penelitian yang terfokus pada masalah manusia karena sastra
sering mengungkapkan perjuangan umat manusia dalam menentukan masa depannya,
berdasarkan imajinasi, perasaan, dan intuisi.
Menurut struktur pembangun karya
sastra itu sendiri, kami akan menjelaskan masalah-masalah
sosial yang tampak pada novel itu. Dalam novel tersebut tampak jelas
permasalahan-permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial yaitu masalah status
sosial, masalah konflik, masalah komunikasi, dan masalah penyeleseian konflik.
Masalah tersebut adalah hal pokok dalam kehidupan sosial.
- Persamaan Teks Sastra Novel “AYAH” Karya Andrea Hirata dengan Ilmu Sosiologi
Perbedaan
No.
|
Novel
“AYAH”
|
Ilmu
Sosial
|
1.
|
“ Dan, menikahlah
Marlena dengan Manikamhiduplah zorro dengan dua saudara tiri yang
terus-menerus memusuhinya”.(hal 240).
|
Menurut Magnis dan Suseno, etika
adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan oleh masyarakat yang
bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan
kehidupannya.
|
ANALISIS:
Menurut
Magnis dan Suseno, etika adalah keseluruhan norma dan penilaian yang
dipergunakan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana
manusia seharusnya menjalankan kehidupannya.
2.
|
“Hampir
setahun Marlena hidup berdua saja dengan Zorro sebagai istilah popular masa
kini – singgle mother, lena gembira karena semakin dekat dengan Zorro yang
telah berusia 5 tahun, semakin cerdas dan semakin tampan” (hal 247)
|
Menurut Soerjono
Soekanto, pengertian kelas sosial hampir sama dengan lapisan sosial tanpa
membedakan apakah berdasarkan faktor uang, tanah, atau kekuasaan.
|
ANALISIS: dari kutipan teks novel di atas terdapat
perbedaan pendapat yang dipaparkan oleh Soerjono Soekamto bahwa kelas sosial
tidak membedakan status sosial yaitu dengan sebutan Singgle Mother, pada
dasarnya seorang manusia lahir dari kedua orang tua dan selamanya akan menjadi
orang tua, ditinjau dari sudut pandang
Novel “Ayah”.
3.
|
“Marlena
suaminya telah minggat direbut kucing garong dari pasar Padi Tanjung Pandan
yang tak tahu adat” .(hal 2)
|
Menurut
jeffri purnawan Kesantunan berbahasa tercermin dalam tatacara berkomunikasi
lewat tanda
verbal
atau tatacara berbahasa. Ketika berkomunikasi, kita tunduk pada
norma-norma
budaya, tidak hanya sekedar menyampaikan ide yang kita pikirkan.
|
ANALISIS:
dari kutipan teks novel di atas terdapat perbedaan pendapat yang dipaparkan
oleh jeffri dimana kesantunan berbahasa tercermin dalam tata cara
berkomunikasi. Dalam kutipan novel diatas terdapat ungkapan kucing garong yang
dalam EYD merupakan kata yang kurang sopan.
Persamaan
No.
|
Novel
“AYAH”
|
Ilmu
social
|
1.
|
“Dalam
kejengkelan yang memuncak lantaran tak tahu cara menenangkan Zorro, Lena
melihat tas punggung kecil yang selalu dipakainya. Dibukanya ta s itu dan
ditemukannya kemeja sabari. Diberikannya kemeja itu kepada Zorro. Zorro
terpana lalu menjulurkan tangannya menerima kemeja itu. Diciumi dan
dipeluknya kemeja itu. Perlahan-lahan tangisannya reda menjadi isakan
sehingga tubuhnya tersentak-sentak. Ayah ayah katanya. Tak lama kemudian dia
tertidur”. (hal 236)
|
Aristoteles
(dalam Ilmu Sosial Dasar) bahwa manusia sebagai makhluk sosial
(zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas
dari kebersamaan dengan manusia lain.
|
ANALISIS:
dari kutipan teks novel di atas terdapat persamaan pendapat yang dipaparkan
oleh Aristoteles dimana seorang anak kecil bersama Zorro membutuhkan sosok
seorang ayah dalam hidupnya.
- Simpulan
Perbandingan
Novel Ayah Karya Andrea Hirata memiliki tujuan yang hampir sama yakni mengetahui
nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Ayah karya Andrea Hirata dengan
kehidupan dan pandangan dari segi ilmu sosial.
DAFTAR PUSTAKA
Damono,
Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan.
Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas.
Gunawan, Ary H. 2000. Sosiologi
Pendidikan. PT Rhineka Cipta. Hal.3
Hirata, Andrea. 2015. Ayah. Yokyakarta:Bentang Pustaka.
Faruk. 2010. Pengantar
Sosiologi Sastra. Yokyakarta:Pustaka Pers.
Lampiran:
Sinopsis
Seorang
lelaki bernama Sabari tak henti-hentinya berusaha untuk mengejar perempuan
bernama Marlena. Meski ditolak Marlena berkali-kali ia tak gentar dan tetap
mencari cara untuk mendapatkan pujaan hatinya. Dibantu Ukun, Tamat, Toharun,
serta sahabat lainnya, Sabari konsisten untuk mencuri hati Marlena. Sementara
di belahan bumi lain, seorang anak bernama Amiru begitu mengagumi ayahnya yg
amat mencintai radio kesayangannya. Suatu hari, radio kesayangan ayah Amiru
harus digadaikan untuk membiayai pengobatan ibu Amiru.
Sabari,
Tamat, dan Ukun adalah sahabat yang tidak terpisahkan. Tetap saja dalam persahabatan ada perbedaan-perbedaan
yang membuat mereka menjadi semakin akrab dan seperti keluarga. Seperti halnya
dalam masalah pelajaran, Tamat dan Ukun selalu bersaing untuk menghindari
rangking terbawah, sementara Sabari melenggang mulus diperingkat atas. Ibarat
langit dengan bumi. Namun dalam hal cinta, Tamat dan Ukun (kecil) mempunyai
selera yang sama. Sudah banyak gadis disukainya, hanya sebatas suka. Sedangkan
Sabari tidak pernah sekalipun ingin merasakan apa itu cinta. Dia selalu
menganggap orang yang jatuh cinta itu sudah gila.
Sabari
mulai merasakan cinta kepada salah satu gadis tercantik Marlena. Hanya saja,
semakin dia mengejar; semakin menjauhlah cintanya tersebut. Perjuangan untuk
mengejar cinta sejatinya tidak pernah sedikitpun goyah. Walau dia tahu semakin
dia mencintai, selama itu juga dia akan tersakiti. Sebuah romantisme cinta yang
tidak kalah hebat dengan cerita Romeo dan Juliet.
Perjuangan
Sabari untuk mendapatkan Marlena akhirnya terbayar sudah. Mereka menikah dan
dikaruniai seorang anak. Zorro, itulah panggilan bayi mungil nan mempesona.
Tidak berhenti di sana, Sabari akhirnya merasakan getirnya hidup. Ditinggal
seorang istri yang menikah dengan orang lain, kemudian mengasuh anak dari kecil
hingga berumur hampir tiga tahun. Dan mendengar ucapan pertama dari si kecil
dengan sebutan “aya”. Setelah beranjak umur tiga tahun, Zorro kecil diambil
paksa sang istri (Lena) untuk hidup dengannya. Kehidupan Lena tak jauh beda,
jika Sabari menderita dan depresi karena ditinggal Lena dan Zorro. Lena sendiri
melalui hidup dengan getir karena menikah beberapa kali, dan selalu kandas
karena suaminya berselingkuh.
Sabari
yang selalu mendambakan Zorro agar datang dipelukannya. Berkumpul dengannya,
dan melalui hidup seperti orang lainnya. Menjadi ayah dan anaknya, dan
mengajari anaknya untuk menjadi sosok yang bisa dibanggakan. Segala pengorbanan
sudah dia lakukan untuk cintanya kepada istri, dan juga cintanya kepada anak.
Sosok yang tidak ingin melihat anaknya menangis dan sengsara.

0 komentar:
Posting Komentar